Tampilkan postingan dengan label menjerat lidah konsumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menjerat lidah konsumen. Tampilkan semua postingan

3/18/2009

Makan Enak Suasana Asik

WArung TAman BAmbu
Para penjelajah masakan enak begitu masuk di sebuah rumah makan yang dituju, biasanya terlebih dulu mencermati suasana ruangan dan kebersihan tempatnya. Sejenak ia merasakan suasana nyaman sambil menanti hidangan andalan yang telah dipesan sesuai seleranya. Tempat penjamuan sebagai pilihan pun menjadi bagian dari jalinan kenikmatan saat menyantap hidangan kesukaan. Baik duduk di meja makan yang hanya berdua, menyendiri, berempat atau ramai-ramai beralas tikar lesehan di sebuah bilik rumah panggung.
Suasana seperti itu bisa ditemukan di rumah makan Warung Taman Bambu (WTB) di Jalan Raya Mejasem Nomor 10 Mejasem Barat Tegal, Jawa Tengah. Di rumah makan yang buka setiap jam 09.00 sampai 22.00 WIB ini pengunjung dapat menikmati sajian makan enak dengan suasana asik. Hidangan utama yang tengah dijadikan menu andalan saat ini seperti menu berbahan ayam dan ikan. Terutama ayam geprek dan ikan bakar atau goreng. Selain itu juga tersedia banyak menu pilihan.
"Dengan harga terjangkau kini paket ayam Geprek dihargai 8.500 per porsi, sudah termasuk nasi putih dan es teh serta lalapan," kata pengelola WTB, Sumarso
Dijelaskan, ayam Geprek ini, selain karena bumbunya yang gurih, juga meresap ke pangkal daging, tidak hanya di kulitnya saja karena sudah digeprek. Selain itu sangat memudahkan konsumen dalam menyantap ayam sampe puas. "Karena ayam bisa disantap hingga mudah menyisil dagingnya sampe tinggal tulang," paparnya.
WTB merupakan tempat menikmati hidangan, baik dengan duduk di kursi di ruangan berhawa alami atau di tempat lesehan yang cocok untuk bersantai seusai makan sambil menikmati resapan aroma cengkih kering nan gurih dari sebatang Djarum BLACK. Ahouuuw… Baik secara rombongan keluarga, rekan bisnis, bersama teman, menjamu tamu dan acara ulang tahun. Selain ayam geprek juga tersedia paket ikan. Bermacam hidangan lainnya juga tersedia dengan penawaran diskon 10 persen. Sedangkan khusus bagi pembeli di sekitar komplek Mejasem disediakan juga layanan pesan antar melalui nomor telpon 0283-3387749. sampai tulisan ini dibuat, dai warung ini belum satu produkpun yang memasang banner ataupun poster termasuk Djarum BLACK.

12/21/2008

Warung Lamongan di Tegal

Warung Lamongan
Disukai Karena Sambalnya

USAHA Warung Lamongan di Kota Tegal semakin merebak. Itu pertanda penyuka hidangan yang disajikan di warung Lamongan semakin banyak. Sedangkan kekhasan dari warung Lamongan ada pada sambalnya, yakni sambal Lamongan. Sekalipun yang berjualan warung Lamongan bukan orang asli dari Lamongan, asal racikan menu utamanya disertai sambal Lamongan, konsumen tetap menyukainya. Yakni sambal tomat, cabe, bawang dan terasi yang digoreng dibubuhi gula secukupnya, hingga rasanya lekat manis, sedap dan tidak terlalu pedas. Dalam penyajiannya diserai lalapan kacang panjang, kol, timun dan daun kemangi.
Terlebih jika penjualnya asli dari Lamongan, niscaya konsumen lebih banyak yang antri sepanjang malam. Seperti di warung Lamongan H Sulkan di depan Apotik Kimia Farma. Selain itu sejumlah warung Lamongan yang aslid ari Lamongan yaitu warung Lamongan Bu Murni Jalan Kapten Sudibyo, warung Lamongan Pak Kasuri di dekat Pelabuhan Tegal, warung Lamongan Mbak Yuli di dekap Pasar Langon, warung Lamongan Pak Iwan di Kalimati dan warung Lamongan Bu Marwah di Jalan Merak. Warung Lamongan selain menjual ayam, lele dan ikan goreng juga ada yang menjual soto Lamongan seperti yang ada di Jalan AR Hakim.
Menurut pemilik warung Lamongan Bu Marwah, Masdan, pengertian warung Lamongan adalah warung yang menjual menu siap saji berupa ayam goreng atau lele yang disertai dengan sambal khas Lamongan. Khas sambal Lamongan itu tidak pedas dengan menggunakan terasi khusus yang diproduksi di daerah Ngaklik, Brondong Lamongan dan daerah Tuban. Terasi itu jarang dijual secara umum baik di toko atau pasar tradisional. Sebaliknya terasi itu lebih banyak dijual ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Vietnam alias terasi kualitas ekspor.
“Saya pernah mencoba berbagai terasi, bahkan menggunakan terasi bermerek yang harganya lebih mahal, tetapi hasil rasanya beda. Sedangkan konsumen di Tegal tertarik dengan masakan Lamongan karena sambalnya,” ujar Masdan.
Diakuinya, menu kesukaan masyarakat Lamongan sendiri sebenarnya buka seperti menu yang disajikan di warung Lamongan. Melainkan soto ayam yang menggunakan kuah adonan bandeng alias soto Lamongan, rawon dan sate.
Kini di warungnya, kata Masdan, dalam sehari dapat menghabiskan ayam kampung dan bebek sebanyak 40 ekor, ikan lele antara 30 atau 40 kilogram. Padahal pada pertama kali buka, sekitar tahun 1993, dalam semalam hanya menghabiskan 5 ekor ayam saja (ham)

Kuliner di Tegal

Warung Lamongan Tachuri
Nimba Ilmunya di Jakarta

TERNYATA orang melakukan usaha, seperti berjualan makanan cocok-cocokan. Meskipun banyak warga Tegal yang sukses di bidang usaha warteg namun ada juga yang sebaliknya. Seperti yang dialami warga Panggung, Tachuri. Ketika masih merantau di Jakarta, ia pernah buka usaha warteg di daerah Cangkareng Jakarta Barat. Tetapi hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Akhirnya Tachuri mencoba usaha lain, seperti berjualan martabak. Itupun tidak berlangsung lama.
“Kebetulan tetangga saya ada yang asli dari Lamongan. Dia buka usaha warung Lamongan. Setalah kenal baik, saya belajar cara memasak ayam goreng dan lele dengan masakan khas Lamongan,” kata Tachuri, Kamis (26/6/08) di tempat usahanya di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Dijelaskannya, sejak tahun 1996, Tachuri tidak lagi berjualan warteg melainkan buka usaha ayam goreng dengan menu masakan khas Lamongan di daerah Kapuk, Cengkareng. Ketika usaha warteg, buka dari pagi hingga larut malam. Tapi setelah buka warung Lamongan berjualannya mulai dari sore hingga malam. Siangnya digunakan untuk belanja dan mengerjakan pekerjaan lain. “Alhamdulillah cukup lancar, konsumenpun banyak,” akunya. Sehingga usaha yang dijalankan bertahan hingga tiga tahun. Meskipun hasilnya lumayan, namun biaya hidup di kota lebih mahal. Terlebih setelah berbagai kebutuhan pokok harganya naik. Sehingga Tachuri memutuskan untuk mudik ke Tegal.
Tachuri berdua istrinya, Sugiarti mulai membuka usaha warung Lamongan di Tegal sejak tahun 2005 dan bertahan hingga sekarang. Sebagaimana warung Lamongan aslinya, menu yang disajikan seperti ayam goreng, lele goreng, ati ayam dan burung dara ditambah tahud an tempe goreng. Sedangkan kekhasan dari menu masakan warung lamongan adalah pada sambalnya. “Sebenarnya sambil asli Lamongan tidak pedas, tetapi di Tegal banyak yang menyukai sambal pedas,” ujar Sugiarti (ham)

11/24/2008

Pondok Makan Yossy


Pondok Makan Yossy

50-an Jenis Lauk Tersedia


PONDOK LAUK - Suasana Pondok Makan Yossy di jalan Pala Raya Mejesem. Pilihan menu lengkap. Tempatnya asri dengan interior serba bambu.

Setiap jam makan siang, para pelanggan di sekitar Mejasem selalu berkerumun membeli sayur dan lauk-pauk di Pondok Makan Yossy di Jalan Pala Raya Mejasem. Semula warung milik Junaeni kondisinya sangat sempit berada di sebelah barat jalan Pala Raya, di antara Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Mejasem. Kini tempat usahanya menempati lokasi baru di sebelah timur jalan bersebelahan dengan Jalan Sindoro sebrang RSIA Mejasem.

"Dulu di warung yang sempit itu, saya sering merasa tidak enak hati kepada para pelanggan yang datang bersamaan sehingga saling berdesakkan," kata Junaeni, pekan lalu.

Dibangunnya pondok makan yang terbuat dalam bentuk khas, penataan interior serba bambu dirasa cocok untuk dapat melayani sekaligus memanjakan pelanggan setianya. Lokasinya tiga kali lebih luas dari tempat sebelumnya. Diharapkan pengunjung lebih nyaman. "Mudah-mudahan para pelanggan yang semula hanya datang untuk membeli lauk, kini bisa berubah niat menjadi tambah ingin makan di tempat," harap anak pemilik pondok Yossy, Deni. Menurut mahasiswa Pertanian Unsoed Purwokerto ini, model pondok yang dibangunnya boleh dibilang satu-satunya di Tegal. Kalaupun di tempat lain ada, itu hanya sebagian-sebagian saja. Di dalam pondok juga tersedia meja makan untuk lesehan. Sehingga cocok buat konsmuen yang datang secara rombongan atau bersama keluarga.

Dikatakan Junaeni, usaha warung makan secara resmi dijalankan sejak tiga tahun silam. Dua tahun sebelumnya, wanita kelahiran Padang ini hanya iseng. Yakni sering masak kue, sayur dan lauk yang dititipkan di warung tetangga. Kadang ada pesanan dari karyawan yang satu kantor dengan almarhum suaminya. Semakin lama banyak orang yang memesan masakannya. Setelah buka warung, pembeli berdatangan meski hanya untuk membeli lauk dan sayur buat sarapan pagi dan makan siang. warung ramaianya antara jam sebelas hingga jam dua siang saja, setelah itu warung tutup.

Mengingat di daerah Mejasem banyak anggota masyarakat yang bekerja sebagai karyawan kantoran. Sehingga usaha yang dilakukan seperti gayung bersambut. Kehadiran warung milik Junaeni seolah membantu meringankan beban mereka dengan menyediakan aneka sayur dan lauk-puak dengan berbagai pilihan. Sehingga konsumen yang datang tidak perlu berfikir terlalu lama memilih lauk apa yang cocok di lidah dirinya dan keluarganya. Karena hampir seluruh menu tersedia di warungnya. "Bagaimana rasa masakan saya, tanyakan saja pada kosumen yang sudah langganan di sini," ujarnya praktis.

Kini di lokasi baru, Jalan Pala Raya nomor 5A, Pondok Makan Yossy buka sampai malam. Selain untuk melayani pelanggan setianya, juga sebagai upaya menjaring pelanggan baru dengan tawaran rasa yang dapat menjerat lidah konsumen. Lebih dari 50-an jenis lauk dan sayuran tersedia. Dari sayuran hijau, ikan, daging kambing, sapi dan ayam sampai makanan yang jarang ditemui di Tegal, seperti oseng daun pepaya, oseng kembang pepaya sampai oseng daging keong. Paduan menu masakan dengan olahan cara Padang Pariaman yang dipadu dengan tradisi masak masyarakat Tegal ternyata menghasilkan hidangan yang mampu menggiurkan selera lidah masyarakat Tegal menjadi ketagihan. "Lidah masyarakat Tegal meski suka manis tetapi ada pedasnya. Nah manis yang saya tawarkan bukan manis kecap tetapi manis gula Jawa," ujarnya menyontohkan. Hasil dari usahanya, sejak ditinggal suami, Junaeni dapat membiayai kuliah anak-anaknya (ham)


PUISI PERHELATAN BAYANG DAN KENYATAAN

 LAHIR DAN MELATA  Hamidin Krazan Di Kaki Bromo  Lahir telanjang Jika itu kau jabang bayi lelaki Seharusnya kau tetap bugil teronggok di ata...