Semoga para Blogger yang berkunjung panjang umur tambah rezeki

Salam menebar sayang. Apa kabar saudaraku... sekiranya secuil kesan tertoreh dalam jumpa maya ini, duh seneng aku... jangan lupa ya tinggalkan pesan....

kunjungi juga www.tegalseksi.blogspot.com dan www.krazan.blogdetik.com

Fathiahku

Assalamu'alaikum

Di arus kehidupan ini tak ubahnya kita sedang mengarungi sebuah sungai. Ada yang mampu memotong arus menuju titik yang dikehendaki. Ada yang menyelam mendulang mimpi yang tersisa di siang hari. Ada yang berenang meski kelihatan terbawa arus sekedar menyiasati diri. Persoalannya ketika muara tak hanya dari satu penjuru yang selama ini kita kenali. Terlebih musim tak lagi berjadwal di agenda tradisi. Jadi kita bukan lagi menyebrangi arus sungai, melainkan berenang di kepungan ombak. Kadang disertai badai. Lantas bermanfaatkah 'Setetes Tinta Tentang Leleh Keringat' ini di tengah kepungan dan amuk gelombang tak kenal musim itu? Selamat menggali permenungan dari sekelumit kutipan yang Anda kunjungi ini.

7/31/2011

AMALAN IKHLAS TUMBUHKAN KEKOKOHAN PENDIRIAN

Kisah Luqman Al Hakim
AMALAN IKHLAS KOKOHKAN PENDIRIAN

Senin, awal Romodlon sebuah ceramah kuliah subuh yang disampaikan seorang pejabat tinggi Kota Mojokerto Jatim mengulas tentang pentingnya melakukan amaliyah secara ikhlas. Jika amalan itu ada dasar hukum yang benar sesuai petunjuk Alloh maka laksanakan dengan tanpa timbang rasa apalagi menjadi ragu akibat komentar, kritikan, cemoohan dan doa jelek orang lain. Hal itu dapat memupuk rasa percaya diri dan mengokohkan pendirian kita.
Sebagaimana dicontohkan dalam Kisah Luqman Al Hakim. Suatu ketika Luqman berjalan dengan anaknya dengan membawa seekor keledai kecil. Luqman dan anaknya secara bersama-sama menaiki sang keledai. Ketika melewati sebuah kampung warga di sana memai-makinya. Kata mereka, orang tua dan anaknya itu tidak memiliki perasaan dan perikehewanan. Akibat cemoohan itu, Luqman menyuruh anaknya turun dari keledainya, kemudian sang anak menuntun keledai sedang Luqman tetap duduk di atas keledai. Ketika sampai di sebuah kampung, maka ada orang kampung yang melihatnya dan berbisik, katanya betapa teganya orang tua itu menyuruh anaknya berjalan sementara dia duduk santai di atas keledai. Lalu Luqman bertukar tempat dengan anaknya,si anak ganti naik di atas keledai dan luqman berjalan. Ketika melewati kampung lagi-lagi mereka dicela orang. Katanya benar-benar anak kurang ajar, orang tua berjalan sementara orang tua berjalan. Akhirnya Luqman dan Anaknya sama sama turun dari keledai dan berjalan dengan menuntun hewan yang semakin tampak terengah-engah akibat kepayahan itu. Lagi-lagi warga mencela mereka ketika melewati perkampungan katanya betapa bodoh ayah beranak itu karena berjalan sementara kendaraan dibiarkan tanpa penumpang. Maka diputuskan, keledai itu diikat dan dipikul oleh Luqman dan anaknya. Eh, malah ada orang yang mengatainya, katanya, Bloon dan sinting, punya kendaraan bukanya dinaiki malah dipikul. Sampai di rumah, keledai itu dijual agar tidak lagi menjadi sumber persoalan dan ajang cemoohan orang lain. Begitu sudah laku terjual, ada tentangga yang bertanya. "Dimana keledaimu wahai Luqman?" "Sudah saya jual," jawab Luqman. "Oo, rupanya kau sekarang sudah bangkrut ya. Masa keledai kecil saja kamu jual?!"
Luqman melongo dan mengangkat bahu di hadapan anaknya.
Lalu Luqman pun berkata kepada anaknya. Lihatlah anakku jika kita tidak mempunyai pendirian kita akan bingung untuk mengambil sikap karena setiap orang mempunyai pendapat yang berbeda tentang suatu perkara. Maka kokohlah dengan pendapat kita kalau itu yang terbaik menurut kita.
Jadi, tidak usah dengar apa kata orang, kokohlah dengan pendapat yang kita anggap benar, cukup. Dan haruslah di ingat bahwa kebenaran yang di maksud adalah kebenaran menurut petunjuk Alloh sebagaimana yangt dijelaskan dalam dalil-dalil-Nya. Ada pun kebenaran menurut rasio manusia adalah kebenaran yang nisbi dan tidak vix karena pikiran manusia berkembang seiring waktu dan perasaan. Maka keteguhan dalam berpegang terhadap prinsip agama itulah yang akan membuat hati menjadi tenang sekali pun di terjang oleh badai informasi yang dahsyat.
Amalan ikhlas menumbuhkan kekokohan dalam pendirian. Amalan ikhlas menenangkan perasaan. Mengasyikkan... "Wama umiru illa liya'budulloha mukhlisina lahuddin..." Wallohu 'alam

5/10/2011

DIANING LANGITAN FM

DIANING LANGITAN FM
sebuah metafore atas pengaguman terhadap kemandirian
di padang angkasa sebagai cinpataan Sang Maha Pencipta
Sebuah tafsir atas ciptaan Gusti Pemilik Langit dan seisinya
To be contiuned... Ya Allah aku menunggu kehadiran rahmat dan limpahan bahagia
satu lagi di tengah kami...

8/29/2010

BERLINDUNG DARI EMPAT KEJAHATAN

BERLINDUNG DARI EMPAT KEJAHATAN
oleh Hamidin Krazan pada 28 Agustus 2010 jam 11:42

Pada suatu hari Rasululloh Sholallohu’alaihi wassallam menderita penyakit yang cukup parah. Sehingga datang dua malaikat membezuknya. Dari percakapan kedua malaikat itu diketahui bahwa Rasululloh Sholallohu’alaihi wassallam terkena guna-guna atau semacam sihir yang diperbuat oleh seorang Yahudi bernama Labib bin Al A’sham Al Yahudi. Sihir itu berupa gulungan kain dengan simpul-simpul yang ditaruh di bawah batu di dasar sumur si Fulan. Kemudian Rasululloh Sholallohu’alaihi wassallam menyuruh sahabat ‘Ammar bin Yasir untuk mengambil gulungan kain yang disinyalir sebagai guna-guna itu. Setelah sumur dikuras, batunya diangkat ternyata terdapat di bawahnya gulungan kain dengan simpul secara berjajar sebanyak 11 ikatan. Bersamaan dengan itu turunlah surat 113 (Al Falaq) dan surat 114 (An Naas) kepada Rasululloh Sholallohu’alaihi wassallam. Setiap dibacakan satu ayat maka terlepaslah satu simpul ikatan pada kain itu. Hingga akhir surat An Naas selesai dibacakan maka terbuka semua dari 11 ikatan itu.
Bagi orang yang beriman mendapat musibah berupa penyakit yang disebabkan banyak hal memang diyakini sebagai sebuah ujian dari Alloh Subhanahu wata’ala. Begitu juga dengan adanya bala bencana baik yang disebabkan oleh factor alam maupun akibat kesalahan manusia sendiri. Namun bukan berarti kita pasrah dengan hal itu, sebaliknya secara spiritual kita dianjurkan agar aktif melakukan upaya maksimal berupa doa-doa.
Melalui turunnya surat Al Falaq, Alloh Subhanahu wata’ala mengajarkan kepada Rasul-Nya sekaligus petunjuk bagi umatnya, agar manusia harus senantiasa memohon perlindungan HANYA kepada Allah Subhanahu wata’ala. Perlindungan dari segala Ancaman, Gangguan, Hambatan bahkan Terror (AGHT) sekalipun. Semua AGHT bisa berasal dari mana saja, dan dikhawatirkan akan menimpa baik Nabi maupun umat manusia dari dulu hingga zaman sekarang.
Sebagaimana dinyatakan dalam surat 113, Al Qur’an memberi pengarahan agar kita meminta perlindungan kepada Rabb yang menguasai subuh atau Rabb yang menciptakan semua alam wujud dari beberapa hal. Pertama, Perlindungan dari kejahatan makhluk-Nya. Kedua perlindungan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Ketiga, perlindungan dari tukang sihir. Keempat, perlindungan dari pendengki apabila dia berbuat dengki.
Pada ayat kedua, manusia dituntun agar memohon perlindungan dari kejahatan apa yang telah diciptakan Alloh Subhanahu wata’ala. Makhluk Alloh itu sebagian ada yang bermanfaat tapi sebagian di antaranya ada yang berbahaya. Harusnya kita memohon agar terlindung dari semua makhluk Alloh baik makhluk hidup maupun benda mati, baik yang makro maupun mikrokosmos yang berbahaya itu.
Pada ayat ketiga, membimbing manusia agar senantiasa memohon perlindungan dari malam apabila telah gelap gulita. Malam hari biasanya sangat menakutkan dan membangkitkan rasa ngeri pada khalayak umum. Mengingat galibnya, pada malam hari sering terjadi tindak criminal, perbuatan yang mangakibatkan bahaya, pencurian, perampokan, pembunuhan, saat keluarnya bintang buas, serangga beracun yang membahayakan bagi manusia, pemangsa tanaman, buah-buahan, juga beroperasinya dunia maksiat seperti kemeriahan di pub dansa maupun hirukpikuknya dunia gemerlap (dugem). Dalam makna majasi, malam itu identik dengan gelap mata, gelap hati, gelap pikiran yang jika menimpa seseorang maka ia dapat membahayakan orang lain bahkan diri kita.
Ayat ketiga mengarahkan umat manusia, agar berlindung dari kejahatan perempuan-perempuan sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Konon, modus operandi tukang sihir jika sedang melakukan kejahatan pesanan, misalnya memutuskan hubungan suami istri, itu dengan cara membuat ikatan pada sebuah kain yang berisi jampi-jampi. Sipenyihir lantas menghembus dengan mulut yang disertai semburan ludah pada jampi-jampi itu hingga terlepas tali-talinya. Jika lepas maka kiriman guna-guna atau santetnya telah sampai pada sasarannya.
Menurut Syeh Muhammad Abduh dalam tafsir Alfatihah, mengatakan, perilaku tukang sihir itu sebuah metafora dari perilaku manusia yang suka menyebar fitnah, suka mengadu domba, memecah belah umat, memutuskan tali kasih sayang, bahkan membuat lepasnya ikatan antar manusia atau kelompok di bidang muamalah, baik hubungan dagang, organisasi ataupun keutuhan kebangsaan. Dengan demikian orang yang berperilaku semacam itu sebut saja – provokator, tukang biang gossip, politikus busuk, tukang adu domba- itu merupakan perilaku tukang sihir. Karena keduanya menginginkan agar hubungan atau ikatan kasih sayang di antara manusia itu terputus!
Ayat keempat manusia dianjurkan agar memohon perlindungan dari pendengki apabila ia dengki. Semua manusia bisa saja memiliki rasa dengki. Tapi itu manusiawi. Dengki (hasad) adalah mengharap lenyapnya kenikmatan yang dimiliki orang lain. Yang menjadi bahaya adalah ketika sifat dengki itu berubah jadi perilaku dengki. Perbuatan dengki itu bisa muncul dari siapa saja. Mungkin anak, adik, kakak ipar, orang tua, mertua bahkan suami atau istri kita. Tetapi jika kita mengharapkan mempunyai kenikmatan yang serupa tanpa dibarengi dengan harapan agar nikmat itu lenyap dari tangan orang lain, itu namanya persaingan sehat (ghibtah munafasah). Insya Allah itu boleh karena dapat memacu produktifitas diri kita. Yang tidak boleh adalah dengki (hasad). Bahkan kita diperintah agar berlindung dari pendengki apabila ia berbuat dengki. Wallhu’alam bishowab (Disampiakan dalam Kuliah Subuh pada Senin 23 Agustus di Masjid Al Islam Desa Krajan, Pekuncen, Banyumas, Jateng)

Komen sahabat FB
Jamila Parwin: menyukai ini.
Jamila Parwin: Terimakasih tagnya mas n utk selalu di ingatkan....]
Ifa Yulianti Sahab: terima kasih tausiah-nya yg tlh mngingatkn ku tuk tetap mengingat ALLAH SWT, apa kejahatan dr lelaki/wanita hidung belang msk ayat mana?
Kurnia Effendi: Alhamdulillah. Terima kasih, sahabat. Walau pernah membaca terjemah Al-Falaq, baru semendalam ini aku tahu makna perluasannya. Semoga kesehatan dianugrahkan Allah kepadamu sekeluarga. Amin. Aku minta izin untuk menyimpan dan membagikan tulisanmu ini kepada teman2 dekat
Khafid Abdillah: Terima kasih Mas Hamidin....wah jadi terpacu menggali kandungan AL-Qur'anul Qarim...
Muhammad Masrur Islami: rindu aku akan kuliah subuh...
Eka Kurni: Mas,even Pasar kaget di ZPekuncen undah dimuat di KR, kalau g Hari Rabu 25 Agustus 2010. maaf br ngasih tau...
Rae Sita Patappa: uraian yang dalam dan bermanfaat..
makasih udah ditag, Mas..

Hamidin Krazan says:
‎*Teh JP sama-sama mari saling mengingatkan ...
*Bu Guru Ifa: cewok/cowok hibel juga manusia... (makhluk-Nya ) toh...?
*Mas Kef...amiin...selamat mudik..
*Mas Khafid... mari...
*Ung... tulis...biar ditempel di kaca masjid Al Islam.. (he he...ga...k ada majalah dindingnya seeh?)
*Edhon putra... makasih ya, berita di web KRjogya sih dah aku baca...
*Teh Han,*Sdri Rae selamat menempuh malam seribu bulan, semoga karya menjadi bagian dari percikan dari peraihan malam yang amat mulia didamba para hamba-Nya. amiin

PUISI
Menempuh Jazirah Cintamu
oleh Kurnia Effendi pada 29 Agustus 2010 jam 6:01
-Langkah Kesembilan Belas

Dalam perjalanan ini, aku belindung dari kejahatan makhlukmu. Aku bukan seorang pemilih dalam bersahabat, tetapi jauhkan mereka yang bermaksud keji kepadaku. Akulah si cengeng itu, yang akan menangis di kakimu, saat membutuhkan perisai, untuk menghalangi tangan makhluk dzalim merenggut sukma resik dan akal sehatku. Seluruh makhlukmu yang pernah diajak bicara oleh Baginda Sulaiman, tentu ada sebagian yang tak takzim kepadamu, bahkan mengkhianatimu. Mungkin juga aku, yang kini sedang bersimpuh memohon perlindunganmu

Dalam ayun langkah ini, aku sembunyi di ruang terangmu dari gelap malam. Gulita yang melahirkan banyak pikiran buruk, yang menghunus belati dan menebar racun, yang memangsa si lemah dalam keterpojokan, yang menyalakan nafsu untuk memusnahkan. Alangkah kelam misteri terkandung dalam malam, sehingga bulan seolah pahlawan sendirian. Membuat gemintang serupa penanda yang terlunta. Angin berembus lebih keras, hasrat lebih beringas dari besi panas. Aku tak ingin menghitam dalam jubah kejahatan malam, kecuali dalam pelukanmu.

Dalam safari yang tak ingin henti ini, jangan biarkan pengaruh sihir menghampiriku. Kekasihmu yang menjadi cahaya semesta pun tak imun oleh tenung, sebelas ikatan pada lipatan kain berisi pernik jampi ditindih batu di dasar sumur tua. Malaikat meneteskan air mata untuk rasa sakitnya, ambang ajal yang melahirkan firmanmu. Sesungguhnya manusia lemah dari kejahatan di bumi, kecuali mencari kekuatan kepadamu. Akulah si pendosa itu, yang tanpa sadar memainkan sihir dan teluh dengan ucapan maupun tindakan. Dengan kepasrahan, aku ingin pantas memintamu memandikanku

Dalam pengembaraan ini, aku menghindar dari para pendengki dengan meminjam mantramu. Metafora terburuk bagi para penyebar fitnah, perencana adu domba, pemecah belah umat, pemutus tali kasih sayang, penggali niat-niat busuk, mudah dimulai dari rasa dengki. Boleh diawali dari kuncup cemburu yang masuk ke dalam pikiran dan nurani seperti serat lembut, perlahan memamah bening jiwa. Aku mungkin si pencemburu berat, kekasihku, beri tahu apa yang harus kuperbuat untuk menyelamatkan hatiku. Izinkan aku luluh dan leleh dalam cintamu

19 Ramadan 1431, 29 Agustus 2010
Kurnia Effendi

Catatan:
“Puisi” ini diilhami dari ceramah Subuh oleh Hamidin Krazan yang mengisahkan muasal turunnya surat Al-Falaq


Hamidin Krazan Says:
jembatan putih menyatukan ufuk dan kiblat
hatiku hatimu terpaut dalam jejak menuju ke sama
dalam malam
dalam kengerian
kami dekap keberanian
...agar tak terlupakan
di sebrang
setelah kita tinggalkan

8/19/2010

Warga Buru Beras Murah di Pasar Kaget Ramadan Desa Pekuncen



Warga Buru Beras Murah di Pasar Kaget Ramadan

PEKUNCEN – Pasar Kaget Ramadan yang diselenggarakan Kelompok Tadarus dan Wirausaha Darussalam berlangsung sejak Selasa (10/8), bertempat di halaman masjid Darussalam Desa Pekuncen Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas pada sepekan ini semakin ramai dibanjiri pengunjung. Hal itu dikatakan seksi humas Hamidin yang ditemui di lokasi kegiatan, Rabu (18/8) kemarin.
“Pengunjung tidak hanya warga setempat tetapi juga dari desa lain di wilayah Kecamatan Pekuncen. Kehadirannya di pasar kaget selain membeli ta’jil dan lauk pauk untuk berbuka puasa, juga memburu beras murah yang disediakan panitia,” kata Hamidin.
Diakuinya, penjualan beras murah yang disediakan di stand kelompok Tadarus ini ternyata mampu menyedot antusiasme masyarakat untuk datang dan berbelanja di pasar kaget. Seperti, lanjutnya, beras jenis IR 64 yang di pasaran dijual dengan harga Rp 6.000 hingga Rp 6.500/ Kg ternyata di pasar kaget dijual seharga Rp 5.250/ Kg. Sedikitnya selisih Rp 750 perkilonya yang mendapat subsidi dana dari penyelenggara kerjasama dengan para donator. Lantaran stok terbatas, sehingga panitia membatasi hanya 2 Kg untuk setiap pembeli. Sedangkan jumlah beras yang disediakan sekitar 2 ton untuk selama sebulan.
Gebrakan lain yang dilakukan panitia dari kegiatan yang digelar hingga akhir Ramadan, Kamis (9/11) mendatang ini, selain ada beras murah, juga harga sewa stand yang sangat murah. Stand ukuran 2 x 1,5 meter hanya dikenai biaya Rp 50.000 selama sebulan. Jika dikalkulasi, lanjut Hamidin, para penyewa itu hanya membayar perharinya Rp 1.670.
Dalam kegiatan perdana ini panitia hanya menyediakan 18 stand, namun jumlah pedagang yang turut berjualan jumlahnya mencapai 30-an orang. Para pedagang selain berasal dari Desa Pekuncen juga dari Ajibarang. “Pedagang yang tak kebagian stand itu hanya menitipkan barang dagangannya kepada rekannya yang menyewa stand. Setiap seorang pemilik stand bisa dititipi menu dari lima hingga tujuh pedagang dengan sistim konsinyasi,” jelas Hamidin
Para penjual mulai berjualan dari jam 14.00 hingga jam 18.00 WIB, namun keuntungan yang diperoleh rata-rata setiap pedagang mencapai antara Rp 45.000 hingga Rp 70.000 per hari.
Hal itu diakui Zaenal pedagang Martabak Unyil dari Ajibarang maupun Hikmah Muliat selaku penanggung jawab stand milik Nasyiatul Aisyiyah Ranting Pekuncen yang menyediakan aneka kolak dan lauk-pauk. “Kalau nggak hujan dapat dipastikan pengunjung membludak, daganganpun bisa habis sebelum bedug maghrib, sedangkan keuntungan bersih minimal limapuluh ribu rupiah,” tuturnya.
Menurut Ketua Penyelenggara, Hajid Maududi, selain untuk mengisi amaliyah Ramadan, kegiatan ini sebagai upaya menumbuhkan kemandirian ekonomi khusunya bidang usaha. Terbukti dengan banyaknya pedagang yang antusias untuk berjualan berbagai kreasi makanan, jajanan untuk berbuka puasa serta busana hingga aksesoris muslim bahkan obat herbal.
“Kegiatan ini semacam embrio dari agenda unit perdagangan, yang rencanya akan dijadikan kegiatan rutin setiap Ramadan. Sekaligus sebagai perintisan dibentuknya koperasi yang dikelola secara professional,” kata Hajid.
Dijelaskan, praktik ekonomi dalam bentuk usaha nyata ini merupakan implementasi dari kegiatan tadarus yang dilakukan secara rutin setiap Selasa malam. Panitia kerjasama dengan donator juga menyediakan doorprize bagi pengunjung yang diundi setiap sepekan sekali.

5/21/2010

Budidaya Gurami

Budidaya Gurami alias Grameh ujar Wong Banyumas

Minggu, 16 Mei jam 07.00 Wib, sekelompok pemuda Tamara (aktifis tadarus malam Rabu) asal desa Pekuncen, Kabupaten Banyumas pada ‘ngaji’ budidaya ikan gurami. Kami ngaji sama Mas Afif personil Kelompok Tani Mina Sari di Desa Panembangan Kecamatan Cilongok. Sambil dopokan santai di ruang tamu rumahnya yang terasa sejuk, uraian tentang pemeliharaan ikan gurami disampaikan secara detail meski bahasannya tidak runtut.

Ikan gurame masuk dalam klas: Pisces. Jenis gurami yang sudah dikenal masyarakat di antaranya: gurami angsa, gurami jepun, blausafir, paris , bastar dan porselen. Empat terakhir banyak dikembangkan di Jawa Barat, khususnya Bogor . Dibanding gurame jenis lain, porselen lebih unggul dalam menghasilkan telur. Jika induk bastar dalam tiap sarangnya hanya mampu menghasilkan 2000-3000 butir telur, porselen mampu 10.000 butir. Karena itu masyarakat menyebutnya sebagai top of the pop, dan paling banyak diunggulkan.

PERSYARATAN LOKASI
Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam. Kemiringan tanah berkisar 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi. Ikan gurame dapat tumbuh normal di daerah pada ketinggian 50-400 m dpl. Kualitas air pemeliharaan harus bersih, dasar kolamnya tidak berlumpur dan tidak terlalu keruh. Kedalaman kolam 70-100 cm. Pengairan yang baik akan mempengaruhi pertumbuhan ikan.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Penyiapan Sarana dan Peralatan
Kolam
Pembesaran gurami dapat dilakukan secara polikultur dan monokultur. Polikultur adalah cara pemeliharan gurame secara bersama-sama dengan ikan jenis lain, seperti tawes, mas, nilam, atau mujair. Cara ini lebih menguntungkan, mengingat pertumbuhan gurame lambat.
Sedangkan monokultur, pemeliharaan khusus untuk gurame. Bibit yang ditebar minimal berumur 2 bulan. Debit air kolam yang baik 3 liter/detik, sedangkan polikultur idealnya 6-12 liter/detik. Dengan keasaman air (pH) 6,5-8, dan suhu berkisar 24-28 derajat C.
Kolam budidaya gurame terdiri dari kolam penyimpanan induk, pemijahan, pemdederan,  pembesaran, dan pemberokan. Kolam pembesaran berfungsi membesarkan benih. Adakalanya diperlukan juga beberapa kolam jaring berukuran 1,25-1,5 cm. Jumlah bibit yang ditebar sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi.
Kolam pemberokan adalah tempat pembersihan ikan sebelum dipasarkan. Kolam ini berukuran 10 x 10 m. Lebar pematang bagian atas 0,5 m, dan bagian bawah 1 m dengan ketinggian 1 m.
Jenis kolam yang umum dipergunakan dalam budidaya ikan gurame antara lain:

a).Kolam penyimpanan induk
Kolam ini berfungsi untuk menyimpan induk dalam mempersiapkan kematangan telur dan memelihara kesehatan induk, kolam berupa kolam tanah yang luasnya sekitar 10 meter persegi, kedalamam minimal 50 cm dan kepadatan kolam induk 20 ekor betina dan 10 ekor jantan.

b)Peralatan
Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan gurame diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan.Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan gurame antara lain adalah warring/scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas),
seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).

1.Pemilihan IndukCiri-ciri induk ikan gurame yang baik adalah sebagai berikut:
Usahakan Memiliki sifat pertumbuhan yang cepat.
ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:
Betina Dahi meninjol.
2.Pemeliharaan Induk
Induk-induk terpilih (20-30 ekor untuk kolam seluas 10 m2) disimpan dalam kolam penyimpanan induk. Beri makanan selama dalam penampungan. Untuk setiap induk dengan berat antara 2-3 kg diberi makanan daun-daunan sebanyak 1/3 kg setiap hari pada sore hari. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 2 kali seminggu dengan takaran 1/2 blekminyak tanah setiap kali pemberian.
3.Pembenihan
Bila proses pematangan gonada (kandung telur dan sperma) di kolam penampungan sudah mencapai puncaknya, induk segera dimasukkan dalam kolam pemijahan. Adapun cara pemijjahan ikan gurame adalah sebagai berikut:
Kolam dikeringkan terlebih dahulu selama 5 hari, perbaiki tanggul dan dasar kolam.
4.Pemeliharaan Bibit
Benih-benih yang telah berumur 1-2 bulan sejak menetas dapat dibesarkan pada kolam pendederan atau disawah sebagai penyelang. Dalam pelaksanaan pendederan adalah melakukan pengeringan kolam atau sawah, pemupukan, perbaikan pematang dan pemasangan saringan atau perbaikan pipa-pipa pada pintu pemasukan atau pengeluaran air.
Setelah persiapan selesai, benih ditebarkan dengan kepadatan 30 ekor/meter persegi dengan ukuran benih 5-10 cm pada kolam pendederan. Makanan yang dapat diberikan selama pemeliharaan adalah rayap atau daun-daunan yang telah dilunakkan dengan dosis 20-30% berat badan ratarata. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 1 kali seminggu dengan takaran 1 blek minyak tanah untuk 100 ekor benih. Lamanya pendederan sekitar 1-2 bulan.
1. Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun monokultur.
a) Polikultur
Ikan gurame dipeliharan bersama ikan tawes, ikan mas, nilem, mujair atau lele. Cara ini lebih menguntungkan karena pertumbuhan ikan gurame yang cukup lambat.

1.Pemupukan
Pemupukan dapat dilakukan dengan bahan kimia dan pupuk kandang. Pada umumnya pemupukan hanya dilakukan 1 kali dalam setiap pemeliharaan, dengan maksud untuk meningkatkan makanan alami bagi hewan peliharaan.
Tahap pertama pemupukan dilakukan pada waktu kolam dikeringkan. Pada saat ini pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang sebanyak 7,5 kg untuk tiap 100 m2 kolam, air disisakan sedikit demi sedikit sampai mencapai ketinggian 10 cm dan dibiarkan selama 3 hari.
Pada tahap berikutnya pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk buatan seperti TSP atau pupuk Urea sebanyak 500 gram untuk setiap 100 m2 kolam. Pemberian kedua pupuk tersebut ditebarkan merata ke setiap dasar dan sudut kolam.
2.Pemberian Pakan
Makanan pokok ikan gurame berupa pelet yang dapat diatur gizinya, namun di daerah yang agak sulit memperoleh pelet, daun-daunan merupakan alternatif yang sangat baik untuk dijadikan makanan ikan, diantaranya: daun pepaya, keladi, ketela pohon, genjer, kimpul, kangkung, ubi jalar, ketimun, labu dan dadap.
Pemberian makanan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh ikan lebih cepat. Induk-induk gurame yang sehat dan terjamin makanannya dapat dipijahkan dua kali setahun berturut-turut selama 5 tahun.
3.Pemeliharaan Kolam/Tambak
Setiap habis panen, kolam dibersihkan/kuras. setelah itu dilakukan pemupukan agar mempengaruhi kesuburan kolam, sehingga bila benih disebarkan, kesuburan ikan akan terjamin dan pertumbuhan ikan akan cepat.

HAMA DAN PENYAKIT
Penyakit
Gangguan yang dapat menyebabkan matinya ikan adalah penyakit yang disebut penyakit non parasiter dan penyakit yang disebabkan parasit. Gangguan-gangguan non parasiter bisa berupa pencemaran air seperti adanya gas-gas beracun berupa asam belerang atau amoniak; kerusakan akibat penangkapan atau kelainan tubuh karena keturunan. Penanggulangannya adalah dengan mendeteksi keadaan kolam dan perilaku ikan-ikan tersebut.
Memang diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk mengetahuinya. ikan-ikan yang sakit biasanya menjadi kurus dan lamban gerakannya.
Gangguan lain yang berupa penyakit parasiter, yang diakibatkan oleh bakteri, virus, jamur dan berbagai mikroorganisme lainnya. Bila ikan terkena penyakit yang disebabkan parasit, dapat dikenali sebagai berikut:
1) Penyakit pada kulit; pada bagian-bagian tertentu berwarna merah terutama di bagian dada, perut dan pangkal sirip.
Pencegahan timbulnya penyakit ini dapat dilakukan dengan mengangkat ikan dan melakukan penjemuran kolam beberapa hari agar parasit pada segala stadium mati. Parasit yang menempel pada tubuh ikan dapat disiangi dengan pinset.
Pengobatan bagi ikan-ikan yang sudah cukup memprihatikan keadaannya, dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia diantaranya:
Pengobatan dengan Kalium Permanganat (PK)
Sediakan air sumur atau sumber air lainnya yang bersih dalam bak penampungan sesuai dengan berat ikan yang akan diobati.

P A N E N
Penangkapan
Pemanenan benih dapat dilakukan setelah benih berumur 1 bulan. Caranya dengan menyurutkan air sedikit demi sedikit sementara saluran air masuk diperkecil. Pasanglah jaring lembut di pintu pengeluaran untuk menampung benih atau bisa juga dengan membuat parit di tengah kolam menuju ke lubang pengeluaran. Bibit yang terawat baik bisa mencapai bobot 0,3 gram/ekor pada saat dipanen.
Pemanenan hasil pembesaran ikan gurame sangat tersantung dari ukuran yang diminta konsumen. Umumnya pemanenan dilakukan setelah ikan berumur 2-3 tahun, ikan yang berumur 2 tahun mempunyai panjang sekitar 25 cm dan berat 0,3 kg/ekor, sedangkan untuk ikan yang berumur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dan berat badan 0,7 kg/ekor. Untuk ikan berumur 4 tahun panjangnya dapat mencapai 40 cm dan berat 1.5 kg/ekor.
Adapun cara penangkapan: air disurutkan sedikit demi sedikit, penangkapan dilakukan pada pagi hari. Hindari cara penangkapan yang dapat menyebabkan ikan terluka.

Penanganan ikan hidup
Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:
Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.

Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan pascapanen benih adalah sebagai berikut:
Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).

Prospek
Selain lebih mahal, ikan gurami memiliki banyak penggemar fanatik, sehingga cocok dikembangkan untuk menambang keuntungan.
Ikan gurame adalah ikan air tawar yang banyak digemari konsumen. Dagingnya empuk, rasanya enak dan gurih. Dan, harganya pun lebih mahal kalau dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya. Sebagai perbandingan, harga gurami segar di tingkat konsumen Rp25.000 - Rp 35.00 per kg, sementara ikan mas Rp12.000 - Rp14.000 per kg.

Tambahan:

Kepadatan telur selama proses penetasan adalah 4-5 butir/cm2 dengan pemberian aerasi kecil. Telur menetas dalam selang waktu 24-48 jam tergantung suhu media penetasan. Sebaiknya suhu dipertahankan pada kisaran 29- 30 oC untuk meningkatkan derajat penetasan telur.  Larva biasanya dapat dipindahkan ke wadah yang lebih besar setelah berumur 7-9 hari untuk pemeliharaan selanjutnya.
Pemberian pakan dapat dimulai setelah larva dipindahkan. Pakan berupa cacing rambut (Tubifex sp.), Daphnia sp., Moina sp., atau pakan alami lainnya yang sesuai ukurannya. Benih gurame dapat dipelihara di akuarium, bak kayu yang dilapisi plastik, bak tembok atau ditebar langsung ke kolam pendederan. Pemeliharaan benih pada wadah terkontrol harus dilengkapi dengan aerasi untuk suplai oksigen dan terhindar dari kontak langsung dengan hujan. Pakan awal berupa cacing rambut, Daphnia sp., Moina sp., atau sumber protein hewani lainnya. Bahan-bahan nabati dapat mulai diberikan setelah larva berumur 36-40 hari. Sedangkan pakan buatan (pelet) dapat diberikan dengan menyesuaikan bukaan mulut ikan.Lama pemeliharaan dan benih yang dihasilkan antara lain: Benih berumur 40 hari dapat mencapai ukuran 1-2 cm (setara ukuran kuku). Benih berumur 80 hari dapat mencapai ukuran 2-4 cm (setara ukuran jempol). Benih berumur 120 hari dapat mencapai ukuran 4-6 cm (setara ukuran silet). Dan benih berumur 160 hari dapat mencapai ukuran 6-8 cm (setara ukuran korek di masyarakat). (Hamidin Krazan/ berbagai sumber

Puisi Hamidin Krazan Akhir Pekan

Mo baca puisiku karya terbaruku?Hanya ada di Puisi Akhir Pekan

Sekilas prestasi sekolah dan siswa di Tegal juga ada tegalseksi