ide hari ini, sederhana tetapi penting, falsafah garam, resensi buku lokal, sastra pinggiran, puisi aksi, inspirasi mudah, hikmah perjalanan, hikmah kata orang, membaca gelagat
10/06/2012
Jadilah Kau Khomeini di Negeri Sunni
Sepenggal kisah…
AYATULLAH KHOMEINI ....
Sebuah sketsa keteladanan...
Ayatullah Khomeini, terlahir pada 24 September 1902.
Orang mengenangnya sebagai pemimpin sebuah revolusi di Iran paling
spektakuler di abad 20 ini,
yang hidup sehagai 'zahid' sejati.
Orang-orang dekatnya mengenal sang Ayatullah sebagai seseorang yang hidup
amat sederhana.
Bahkan di akhir hidupnya, tercatat bahwa harta peninggalan almarhum
hanyalah berupa
buku-buku, dan tak punya pemilikan pribadi. Uang kas jumlahnya nol.
Beberapa alat kecil untuk keperluan hidup sehari-hari yang ada di rumahnya
adalah milik istrinya.
Dua karpet bekas yang ada bukanlah milik pribadinya dan harus disedekahkan
kepada
orang miskin sepeninggalnya. Maka jadilah harta-benda yang tersisa ---
dari seseorang yang meninggal dalam usia 90 tahun sebagai pemimpin
tertinggi suatu negara
kaya minyak --- hanya terdiri dari kacamata, alat pemotong kuku, tasbih,
mushaf Al Quran,
sajadah, surban, jubah ulama dan beberapa buku.
Mungkin tak ada salahnya, kita menengok kehidupan Ayatullah Khomeini
berdasarkan
kesan-kesan orang terdekatnya....
lalu menjadikannya sebagai bahan perenungan bagi diri kita sendiri!
1. Kunjungan ke Rumah Ayatullah Khomeini
Ketika Iran menjadi tuan rumah konferensi tentang "Perempuan dan Revolusi
Islam",
para peserta diberi kesempatan untuk mengunjungi rumah Ayatullah Khomeini.
Dibawah ini adalah kesan-kesan dan reportase Khadijah, salah seorang
peserta kunjungan ini.
Inilah mimpi yang menjadi kenyataan.
Suatu keistimewaan yang langka untuk bisa berada di kediaman Imam.
Setelah lewat permohonan berkali-kali, akhirnya suatu malam kami diberitahu
bahwa besok pagi kunjungan ke rumah Imam telah diatur.
Karena perasaan penuh harap, tampaknya tak ada yang bisa tidur malam itu.
Esok paginya, salju turun. Di depan rumah Imam, sudah menunggu dalam dingin
yang menusuk,
kerumunan besar orang yang juga ingin menemui pemimpin mereka.
Ada juga para wartawan asing dan dalam negri di sana.
Penglihatan mereka terpaku pada pintu gedung pertemuan Jamaran,
yang disebelahnya terletak rumah kecil Imam,
yang darinya Imam akan keluar.
Tiba-tiba, dan benar, Imam muncul disitu! Orang-orang pun menjerit dalam
tangisan,
sambil melaungkan "Allahu Akbar" berkali-kali. Maka Imam pun duduk diam.
Disebelahnya duduk juga Ahmad, putranya.
Saya dan Imam hanya dipisahkan oleh jarak kira-kira 1 meter saja
sehingga saya bisa menatapya dengan jelas.
Seluruh raut wajahnya menunjukkan ketenangan dan kedamaian batin yang
sempurna.
Melihat air mukanya yang bening, saya merasa seperti berada di dunia lain.
Hanya matanya mengungkapkan kenyataan bahwa dia benar- benar hadir di
tengah kami.
Memasuki rumah Imam adalah kejutan yang lain buat kami. Pintu depannya
adalah pintu besi sederhana.
Di dalamnya terhampar halaman kira-kira sepanjang 6 meter.
Rumah itu memiliki 3 ruangan. Didalamnya ada kasur dan sandaran duduk,
serta sofa sederhana tempat Imam duduk dan tidur.
Dapurnya memanfaatkan ruangan dibawah tangga.
Para wartawan asing yang ada disana tampak tak dapat menyembunyikan
ketercengangan
mereka melihat kesederhanaan rumah Imam.
Lebih tercengang lagi mereka ketika melihat makanan sang Imam hanya terdiri
dari
kentang rebus, sebutir jeruk, dan sekerat roti.
Mereka bertanya kepada Istri Imam," Dimana kalian tidur?"
Istri Imam menjawab polos, "Persis di tempat kami duduk."
Kemudian istri Imam mengisahkan kehidupan sehari-hari suaminya,
" Sejak awal pernikahan kami, dia tak pernah menyuruhku mengambilkan sesuatu.
Jika dia membutuhkan sesuatu, dia menyampaikannya secara tidak langsung.
Misalnya, jika dia membutuhkan gamis, dia akan bilang 'Adakah gamis di
rumah ini?'.
Dengan begitu aku paham bahwa dia butuh gamis, dan aku pun mengambilkannya
untuknya.
Dia 'memaksa' untuk mempersiapkan sendiri segala sesuatu yang dibutuhkannya:
mempersiapkan makanannya, minumannya, dan mencuci sendiri gelas-gelas
dan mengembalikan ke tempatnya.
Jika ada sesuatu yang tidak beres, dia membetulkannya sendiri."
Sang istri pun tak ingat bahwa suaminya pernah memarahinya. Sebaliknya, dia
selalu lemah lembut,
sejak malam pengantin hingga wafatnya.
"Suatu kali dia berada dalam suatu pertemuan dengan para pejabat negara.
Tiba-tiba dia menyadari bahwa lampu di ruangan sebelah masih menyala.
Dia pun bangkit menuju ruangan itu, mematikan lampu, dan kembali ke tempat
pertemuan.
Orang-orang tercengang dengan perbuatan Imam.
Di kali lain orang melihat dia berupaya memisahkan selembar tissue yang
terdiri dari 2 lapisan.
Ketika salah seorang yang hadir memintanya untuk menggunakan kedua- duanya
dia menjawab,
'Saya hanya butuh selapis'."
"Dia menyukai makanan yang paling sederhana, dan tak makan dari beberapa
makanan sekaligus.
Dia makan hanya untuk bertahan hidup. Amat teratur hidupnya. Imam amat
menghargai perempuan.
Contohnya, ketika para cucunya mengunjunginya, dia tak lupa untuk menyuruh
mereka
pertama kali menemui neneknya dan mencium tangannya."
"Tak ada pembantu rumah tangga di rumah Imam. Para tamu biasanya dilayani
oleh keluarga Imam,
biasanya kedua anak perempuannya, yang tak mengizinkan ibunya untuk
melakukan apa-apa,
hanya demi ingin membuat hidup si ibu senyaman mungkin."
Khadijah melanjutkan kesannya tentang keluarga Ayatullah Khomeini ,
"Di rumah Imam, kami benar-benar merasa seperti di rumah sendiri,
seolah-olah kami
berada di tengah keluarga sendiri.
Kami merasa aman dan tenteram. Maka kami pun merasa amat sedih ketika
harus meninggalkan Imam dan keluarganya.
Keluarga ini telah membuat kami merasa bahwa mereka adalah
cerminan hidup ajaran-ajaran Al Quran."
2. Kenangan Zahra, putri Ayatullah Khomeini;
Imam adalah seorang ayah yang baik hati. Tidak hanya untuk bangsanya,
tetapi juga untuk putra-putrinya. Setelah selesai mengajar,
atau setelah menyelesaikan berbagai urusan kenegaraan, dia selalu
menyempatkan bermain- main
dengan putra-putrinya. Dia biasa bercengkrama bersama mereka dengan
berbagai permainan.
Zahra Musthawafi, putrinya, pernah berkisah:
"Meskipun terdapat perbedaan usia sebesar 40 tahun antara usia ayah dan
usia kami,
kebaikan hatinya membuat kami seolah tak merasakan perbedaan itu.
Seolah-olah dia tampak sebaya dengan kami saja. Dia biasa mengatur waktunya
sedemikian
sehingga selalu bisa membagi waktunya untuk bermain-main dengan kami.
Contohnya, sebagian kelas yang diajarinya diselenggarakan di rumah kami.
Biasanya kelas- kelas itu berakhir pada pukul 11.
Setelah itu, dia biasa bermain dengan kita hingga sebelum shalat dhuhur.
Kadang-kadang dia bermain petak umpet dengan kami semua."
"Begitulah kira-kira acara kami sehari-hari. Kami sungguh amat
menikmatinya..."
Zahra pun menambahkan, "Saya terus ingat kenangan- kenangan manis itu demi
menawarkan kepedihan yang kami rasakan sepeninggalnya."
Imam percaya bahwa anak-anak harus bebas bermain, bahkan pun untuk bersikap
nakal.
Kalau seorang anak tidak begitu, mungkin ia malah sedang sakit.
Menurut Imam, jika seorang anak memecahkan sesuatu dan melukai dirinya
sendiri,
orangtuanya perlu dihukum. Karena seharusnya mereka bertanggungjawab untuk
menyisihkan
bahaya dari anak-anaknya.
Anak-anak Imam mengenang ayahnya sebagai orangtua yang baik hati, tetapi
tak pernah
mengabaikan pendidikan dan latihan bagi anak-anaknya.
Dia selalu adil dalam mendidik mereka. Pernah terjadi, dia melarang anak-
anaknya
untuk bermain-main (terlalu banyak) di rumah tetangganya.
Suatu kali, 3 anak perempuannya melanggar perintahnya itu. Untuk menghukum
mereka,
sang ayah mengambil sepotong rotan dan, untuk menakut-nakuti mereka,
memukul-mukulkan
rotan itu ke tembok sambil berkata,
"Ayah kan sudah bilang, jangan main ke rumah tetangga.....".
Tanpa diduga, setelah memukul-mukulkan ke tembok 2-3 kali, rotan itu patah
dan tak sengaja
melukai kaki salah seorang putrinya.
Mengenang hal ini, Zahra mengatakan,"Kaki perempuan tertua saya, yang
berusia 11 tahun
pada waktu itu, luka tergores dan saya yang berumur 7 tahun, serta kakak
saya satunya lagi
yang berusia 9 tahun tidak terluka sama sekali. Ayah amat menyesal waktu itu.
Setelah memeriksa dan mengobati kaki kakak saya, dia pun segera mempersiapkan
pembayaran diyat (denda keagamaan) yang sebanding dengan luka kaki kakak
saya itu dan
memberikannya kepada kakak saya itu --- betapa pun sebenarnya semuanya itu
terjadi tanpa sengaja.
Pada waktu itu saya berharap bahwa yang luka tergores itu kaki saya."
3. Kenangan Putri Termuda Ayatullah Khomeini terhadap ayahnya
Suatu kali putri termuda Imam hamil ketika ia berumur 18 tahun.
Ketika kehamilannya mencapai usia 7 bulan, suatu kelainan menimpa
kandungannya sehingga ---
menurut para dokter ahli --- hidup putri Imam dan anak yang dikandungnya
itu terancam.
Suatu tindakan perlu segera dilakukan untuk menyelamatkan salah seorang
dari keduanya.
Menantu Imam dan para dokter berpikir untuk menyelamatkan sang ibu.
Untuk keperluan ini, mereka minta izin Imam.
Dengan menangis sesenggukan, menantu Imam itu memohon persetujuan mertuanya
agar membiarkan dokter mengoperasi si ibu --- dengan akibat terkorbankannya
anak yang dalam kandungan itu.
Imam, dengan keyakinan kuat seorang ayah mengatakan,
"Saya tak bisa menyetujui agar nyawa seorang anak dikorbankan demi nyawa
ibunya.
Keduanya adalah makhluk hidup."
Bayangkan, ketika berkata begini, Imam tentu sadar betul bahwa dia beresiko
untuk
kehilangan putri kesayangannya.
Dia pun melanjutkan, "Saya tak dapat mengizinkan pembunuhan makhluk hidup
karena
kecintaanku kepada putriku. Saya tak bisa memberikan izin itu."
Para dokter ahli itu pun berupaya sebisanya untuk meyakinkan Imam bahwa ---
kalau dibiarkan ---
toh (sedikitnya) salah satu harus meninggal juga....
Menyadari itu semua, Imam pun segera minta ditinggalkan sendirian untuk shalat,
memohon pertolongan Allah Swt. Para dokter ahli itu pun melanjutkan upaya
mereka, sebisanya.
Beberapa menit kemudian, Imam diberi tahu bahwa sang bayi dan ibunya sudah
bisa
diselamatkan dari bahaya yang tadinya mengancam mereka berdua.
Sang Imam, dalam keadaan bahagia dan plong, melakukan shalat lagi.
Kali ini untuk bersyukur kepada Allah.
4. Kenangan Sayyid Ahmad atas ayahandanya
Suatu hari, salah seorang putri Imam dan Sayyid Ahmad berada di kamar ayahnya.
Imam, dengan kelembutan seorang ayah, meminta putranya agar mengambilkan
kopi buku Kasyf Al-Asrar, karangannya, dari perpustakaan.
Perpustakaan itu adalah milik Biro Imam.
Putra Imam itu pun menjawab, "Menurut peraturan perpustakaan, siapa pun
yang ingin
membaca buku yang ada disana harus datang sendiri.
Akan tetapi, kali ini saya akan meminta seseorang mengambilkannya untuk Ayah
jika Ayah menginginkannya...."
Segera Imam menjawab, "Jangan. Saya tak mau bertindak melawan aturan
perpustakaan."
Setelah itu, Imam meminta putrinya untuk mencari kopi yang lain dari buku
itu ---
yang mereka miliki sendiri --- dan membawanya kepadanya.
Imam adalah seseorang yang selalu taat pada peraturan.
Dia tak ingin dirinya dibeda-bedakan dari yang lain.
Padahal, sebenarnya, untuk seseorang yang berada pada kedudukan seperti itu
--- bukan hal
yang luar biasa jika memperoleh sekedar keringanan peraturan.
Apalagi, perpustakaan itu sesungguhnya miliknya sendiri --- yang aksesnya
dibuka untuk umum.
Menurut orang-orang yang mengenalnya, sifat seperti ini selalu mewarnai
kehidupan Ayatullah Khomeini.
Dia selalu menghormati hak-hak orang lain. Dia merasa wajib mengikuti aturan,
termasuk aturan-aturan di dalam rumahnya sendiri.
Demikianlah sekilas kenangan terhadap Ayatullah Khomeini.
Ketegasan yang dikombinasikan dengan kelemah lembutan memang selalu
merupakan kesan
yang ditangkap oleh siapa saja yang pernah bertemu dengan tokoh ini.
***
Apakah definisi orang 'besar'?
Orang 'besar' adalah orang yang mampu mengatasi ruangan jiwanya sendiri
yang hendak dihimpit benda-benda,
karena ia menghendaki suatu kebebasan yang lebih punya arti.
Orang 'besar' adalah orang yang bekerja untuk akhirat seperti ia akan mati
besok;
dan bekerja untuk dunia seperti ia akan hidup selama-lamanya ---
tetapi bukan dengan keserakahan untuk dirinya sendiri.
Manusia biasa, yang tidak berukuran 'besar', tak mampu untuk puasa panjang
sekeras itu.
Mereka tak mampu menanggung beban derita sebuah ide. Mereka mungkin ingin
mengubah dunia,
tapi sejauh mana dan sepanjang kapan?
Bagi manusia biasa, ikhtiar perubahan dunia pada suatu saat perlu jeda.
Bagi orang 'besar' seperti Khomeini, ikhtiar merubah dunia itu adalah usaha
yang tak pernah selesai.....
(Goenawan Mohammad)
***
16 Nasihat Ayatullah Khomeini untuk Pembinaan Pribadi Muslim:
1. Sedapat-dapatnya berpuasalah setiap hari Senin dan Kamis
2. Shalatlah 5 waktu tepat pada waktunya dan berusahalah shalat tahajud
3. Kurangilah waktu tidur dan perbanyaklah membaca Al Quran
4. Perhatikanlah dan tepatilah sungguh-sungguh janjimu.
5. Berinfaklah kepada fakir miskin.
6. Hindarilah tempat-tempat maksiat
7. Hindarilah tempat-tempat pesta pora dan janganlah mengadakannya
8. Janganlah banyak bicara dan seringlah berdoa
9. Berpakaianlah secara sederhana
10. Berolahragalah.
11. Banyak-banyaklah menelaah berbagai buku (agama, sosial, politik, sains,
filsafat, sejarah, sastra dll)
12. Pelajarilah ilmu-ilmu teknik yang dibutuhkan negara Islam.
13. Pelajarilah ilmu tajwid dan bahasa Arab, serta perdalamlah
14. Lupakanlah pekerjaan-pekerjaan baikmu dan ingatlah dosa-dosamu yang lalu.
15. Pandanglah fakir miskin dari segi material, dan ulama dari segi spiritual.
16. Ikuti perkembangan umat Islam.
disarikan dari buku "Wasiat Sufi Ayatullah Khomeini"
oleh Yamani
9/28/2012
Yoooo Ayooo Podo Gawe Basooo
So Basoooo.... Yuk, Bikin bakso komplit
bahan-bahan :
1 kg daging sapi
1/4 kg tepung sagu
1 sdt baking soda
3 butir telur
es batu
Bahan yang dihaluskan:
4 siung bawang merah
4 siung bawang putih
garam secukupnya
bumbu penyedap secukupnya
lada secukupnya
Cara bikinnya:
Campur daging sapi,sagu dan baking soda, telur serta bumbu yang sudah dihaluskan,kemudian giling hingga halus sambil menggiling masukkan es batu sedikit demi sedikit setelah halus lalu angkat.
masak air didalam panci lalu masak hingga mendidih, kemudian adonan bakso tadi dilinting bulat (dibuat bulatan besarnya sesuai selera) lalu masukkan kedalam air yang mendidih tadi,tunggu hingga mengapung dan angkat kemudian didinginkan.
Lha, lanjutin bikin kuah bakso:
air secukupnya (air kaldu dari rebusan tulang sapi)
1 sdm ebi (udang kering)
1 sdt lada
2 siung bawang putih
bumbu penyedap secukupnya
garam secukupnya.
Simak caranya ya (Awas ja kasinan...):
semua bahan dihaluskan kemudian ditumis dengan sedikit minyak hingga harum lalu masukkan kedalam air atau kaldu sapi yang sudah mendidih tadi dan masukkan bakso.
setelah itu siapkan mangkuk serta mie kuning,soun atau bihun, sawi hijau dan masukkan kuah beserta baksonya, jangan lupa tambahkan saos,kecap dan sambal.
Jangan lupa, sambal bakso:
cabai merah giling
minyak goreng (minyak kelapa)
garam secukupnya
bumbu penyedap
semua bumbu dihaluskan dan ditumis hingga harum
cara membuat bakso > resep dasar membuat bakso
resep dasar bakso sapi
bahan :
300 gr daging sapi segar, sdt garam, 2 siung bawang putih, cincang halus, sdt merica bubuk, 1-2 sdm tepung kanji, 1 putih telur
1. cincang atau giling daging sampai halus, campur bersama garam, aduk
2. uleni sampai adonan lembut dan bisa dipulung (kurleb 30 menit). lalu masukkan bawang putih dan merica
3. setelah adonan rata, masukkan tepung dan putih telur, aduk sampai tercampur
4. bentuk adonan menjadi bulatan menggunakan 2 sendok. rebus dalam air mendidih hingga bakso mengapung, angkat, tiriskan
Resep dasar bakso urat
bahan :
300 gr daging sengkel, 1 siung bawang putih, cincang halus, 1 sdt garam, sdt merica bubuk, 2 sdm tepung kanji, 2 putih telur
1. haluskan sengkel dengan cara dicincang halus atau digiling
2. tambahkan bawang putih, garam dan merica. aduk rata, masukkan tepung kanji, aduk rata, uleni sambil masukkan putih telur hingga adonan kalis (kurleb 30 menit)
3. bentuk adonan menggunakan 2 sendok menjadi bola-bola bakso. rebus dalam air mendidih hingga bola-bola bakso mengapung, angkat, tiriskan
resep dasar bakso ikan
bahan :
300 gr daging ikan tenggiri (fillet); 1 siung bawang putih, potong tipis, goreng garing, remas; sdt garam; sdt merica bubuk; 4 sdm tepung kanji
1. cincang atau blender daging ikan
2. tambahkan bawang putih, garam dan merica, remas-remas sampai tercampur rata. masukkan tepung kanji, aduk atau uleni sampai tercampur rata
3. bentuk adonan menjadi bulatan dengan menggunakan 2 sendok. rebus dalam air mendidih sampai bakso mengapung, angkat, tiriskan
resep dasar bakso udang
bahan :
300 gr udang kupas; 1 siung bawang putih, potong tipis, goreng kering, remas; sdt garam; sdt merica bubuk; 1 sdm tepung kanji
1. haluskan udang dengan cara diulek/dicincang halus/dipukul-pukul dengan pemukul daging
2. uleni dan banting-banting hingga menjadi adonan yang bisa dipulung. tambahkan bawang putih, garam, merica dan tepung kaji, remas-remas hingga rata
3. bentuk adonan menjadi bulatan dengan 2 sendok. rebus dalam air mendidih sampai bakso mengapung, angkat, tiriskan.
a. pilihan bahan - bahan utama untuk membuat bakso
1. daging sapi
pilih daging sapi yang masih segar, bahkan yang masih berdarah. daging sapi yang bebas urat dan sedikit lemak seperti daging lemusir dan gandik akan menghasilkan bakso yang terbaik mutunya. bisa juga dipakai daging penutup, paha depan, atau daging iga. untuk bakso urat, pilih daging sengkel. makin segar makin baik, karena daging sapi yang segar akan meghasilkan bakso yang kualitasnya terjamin
2. ikan
pilih jenis ikan yang berdaging putih seperti tenggiri, kakap, kerapu, belida, atau ikan gabus. selain hasilnya tampak bersih (tidak gelap), tekstur baksonya pun lebih kenyal. sebab ikan berdaging putih umumnya memiliki kandungan protein aktin dan myosin cukup tinggi yang membuat daging ikan lebih padat, kompak dan mudah dibentuk (tidak buyar). bakso ikan yang bermutu baik berwarna putih, mengkilap dengan tekstur kenyal, halus dan tidak berserat
3. udang
pilih udang yang segar, buang sungutnya yang panjang, kepala dan kulitnya, remas-remas udang secara hati-hati dengan garam, lalu cuci bersih, baru cincang halus
4. ayam
daging ayam tidak sekenyal daging sapi, tetapi kini banyak yang memanfaatkannya untuk bakso. yang digunakan adalah daging ayam tanpa tulang. pilih ayam yang sehat, segar dan tidak terlalu tua
Cara lagi cara lagi, kapan praktiknya?
1. membuat adonan bakso
untuk membuat adonan bakso, potong-potong kecil daging, kemudian cincang halus dengan menggunakan pisau tajam atau food processor atau blender. setelah itu, haluskan daging, uleni dengan es batu atau air es (10-15% berat daging) dan garam (dan bumbu lain) sampai menjadi adonan yang kalis dan plastis sehingga mudah dibentuk. sedikit-sedikit tambahkan tepung kanji agar adonan lebih mengikat. penambahan tepung kanji cukup 15-20% dari berat daging, agar cita rasa daging tetap menonjol. anda bias berkreasi dengan mencampur atau menambahkan bahan lain ke dalam adonan bakso untuk mendapatkan tekstur atau cita rasa yang lain. misalnya, campur daging ayam dengan udang atau jamur cincang. bahan lain yang bias dipadu dengan daging, antara lain putih telur, tepung panir, biscuit keju atau biscuit asin lainnya, soun, tahu, daun bawang, bawang bombay, dll. agar cita rasa bahan utama tetap menonjol, tambahkan bahan lain sedikit saja.
2. membentuk adonan bakso
setelah mendapatkan adonan yang dikehendaki, anda bisa langsung membentuk bakso dengan menggunakan 2 sendok. ambil adonan dengan sendok, lalu bentuk bulat dengan bantuan sendok satu lagi. bagi mereka yang mahir bisa menggunakan tangan. ambil segenggam adonan, remas dan tekan kearah ibu jari. adonan yang keluar dari antara ibu jari dan telunjuk akan membentuk bulatan. agar adonan tidak lengket, oleskan sedikit minyak goreng pada telapak tangan anda. adonan yang sudah dibentuk sebaiknya langsung direbus atau masukkan ke dalam air mendidih hingga matang. tandanya : bola-bola bakso akan mengapung di permukaan air. perebusan bakso biasanya berlangsung 10-15 menit. setelah diangkat, tiriskan, dinginkan pada suhu ruang
tips dalam membuat bakso
banyak diantara kita yang mengemari makanan yang satu ini. resep membuat bakso juga dapat dengan mudah, insha allah ditemukan di berbagai website. kalau di milis kita ini ada resep andalan dari mbak minda, mbak naih dan mungkin masih banyak sister lain yang punya resep andalan tapi masih malu-malu berbagi.
dari pengamatan saya, para pencoba resep-resep ini punya keluhan yang sama yaitu soal tekstur. kalau rasa sih rata-2 tidak mengalami masalah.
beberapa tips yang dapat disampaikan di sini adalah sbb:
1. giling/cincang daging sehalus mungkin sampai menyerupai pasta (paste)
2. untuk mendapatkan gilingan yg halus, tambahkan 1 sdm minyak masak (cooking oil) pada setiap batch (kalau food processornya kecil, mungkin kita harus menggiling daging beberapa batches)
sebagai pengganti daging sapi (kalau yang takut mad cow, dsb) dapat menggunakan daging ayam bagian paha atas. paha atas pada ayam dapat digolongkan sebagai red meat yang dapat digunakan sebagai substitusi daging sapi.
3. untuk yang senang bakso urat, pada pembuatan bakso sapi dapat dicampur ground beef dengan ground chuck. untuk pembuatan bakso ayam, campur paha atas (tigh) dengan drum stick .
4. untuk mendapatkan bakso yang kenyal, dapat digunakan baking soda. gunakan baking soda secukupnya (kira-2 1/4 sdt untuk 21/2 cup daging giling halus). penggunaan baking soda yg terlalu banyak akan membuat rasa bakso getir (agak pahit). yield untuk 21/2 cup daging giling halus adalah kira-2 30 butir bakso ukuran sedang.
5. untuk mendapatkan bakso yg keras, gunakan tepung tapioka (tapioca starch). bisa digunakan trial and right (bukan error) dengan cara merebus sedikit adonan di air mendidih untuk mengetahui apakah adonan sudah mencapai tingkat kekerasan yg diinginkan. kalau masih keempukan, tambahkan tepung sedikit demi sedikit sampai tingkat kekerasan yg diinginkan. lebih baik menambah tepung dari pada terlalu banyak .
6. untuk mendapatkan ukuran bakso yang kira-2 sama besar, dapat digunakan baking dish. tempatkan adonan ke dalam baking dish, bagi rata sesuai keinginan (dipetak-petak di baking dish) baru kemudian dibuat bulatan-2 seperti bola. buat bakso sekaligus dalam jumlah yang banyak dan simpan di lemari es.
cara menyimpan bakso
walaupun tanpa pengawet, bakso dapat bertahan kurang lebih 1 bulan. bila ingin menyimpan bakso, perhatikan beberapa hal berikut :
jika disimpan dalam lemari es (chiller), sebaiknya taruh bakso dalam wadah tertutup atau kantong plastik. bakso tahan disimpan 5 hari.
jika disimpan dalam freezer, taruh dalam kotak plastik atau kantong plastik tebal dan tutup rapat. lebih baik lagi jika bakso ditaruh dalam wadah kedap udara, tahan disimpan selama 1 bulan atau lebih.
sebelum diolah menjadi hidangan, cuci lebih dulu bakso dalam air hangat.
7/31/2011
AMALAN IKHLAS TUMBUHKAN KEKOKOHAN PENDIRIAN
Kisah Luqman Al Hakim
AMALAN IKHLAS KOKOHKAN PENDIRIAN
Senin, awal Romodlon sebuah ceramah kuliah subuh yang disampaikan seorang pejabat tinggi Kota Mojokerto Jatim mengulas tentang pentingnya melakukan amaliyah secara ikhlas. Jika amalan itu ada dasar hukum yang benar sesuai petunjuk Alloh maka laksanakan dengan tanpa timbang rasa apalagi menjadi ragu akibat komentar, kritikan, cemoohan dan doa jelek orang lain. Hal itu dapat memupuk rasa percaya diri dan mengokohkan pendirian kita.
Sebagaimana dicontohkan dalam Kisah Luqman Al Hakim. Suatu ketika Luqman berjalan dengan anaknya dengan membawa seekor keledai kecil. Luqman dan anaknya secara bersama-sama menaiki sang keledai. Ketika melewati sebuah kampung warga di sana memai-makinya. Kata mereka, orang tua dan anaknya itu tidak memiliki perasaan dan perikehewanan. Akibat cemoohan itu, Luqman menyuruh anaknya turun dari keledainya, kemudian sang anak menuntun keledai sedang Luqman tetap duduk di atas keledai. Ketika sampai di sebuah kampung, maka ada orang kampung yang melihatnya dan berbisik, katanya betapa teganya orang tua itu menyuruh anaknya berjalan sementara dia duduk santai di atas keledai. Lalu Luqman bertukar tempat dengan anaknya,si anak ganti naik di atas keledai dan luqman berjalan. Ketika melewati kampung lagi-lagi mereka dicela orang. Katanya benar-benar anak kurang ajar, orang tua berjalan sementara orang tua berjalan. Akhirnya Luqman dan Anaknya sama sama turun dari keledai dan berjalan dengan menuntun hewan yang semakin tampak terengah-engah akibat kepayahan itu. Lagi-lagi warga mencela mereka ketika melewati perkampungan katanya betapa bodoh ayah beranak itu karena berjalan sementara kendaraan dibiarkan tanpa penumpang. Maka diputuskan, keledai itu diikat dan dipikul oleh Luqman dan anaknya. Eh, malah ada orang yang mengatainya, katanya, Bloon dan sinting, punya kendaraan bukanya dinaiki malah dipikul. Sampai di rumah, keledai itu dijual agar tidak lagi menjadi sumber persoalan dan ajang cemoohan orang lain. Begitu sudah laku terjual, ada tentangga yang bertanya. "Dimana keledaimu wahai Luqman?" "Sudah saya jual," jawab Luqman. "Oo, rupanya kau sekarang sudah bangkrut ya. Masa keledai kecil saja kamu jual?!"
Luqman melongo dan mengangkat bahu di hadapan anaknya.
Lalu Luqman pun berkata kepada anaknya. Lihatlah anakku jika kita tidak mempunyai pendirian kita akan bingung untuk mengambil sikap karena setiap orang mempunyai pendapat yang berbeda tentang suatu perkara. Maka kokohlah dengan pendapat kita kalau itu yang terbaik menurut kita.
Jadi, tidak usah dengar apa kata orang, kokohlah dengan pendapat yang kita anggap benar, cukup. Dan haruslah di ingat bahwa kebenaran yang di maksud adalah kebenaran menurut petunjuk Alloh sebagaimana yangt dijelaskan dalam dalil-dalil-Nya. Ada pun kebenaran menurut rasio manusia adalah kebenaran yang nisbi dan tidak vix karena pikiran manusia berkembang seiring waktu dan perasaan. Maka keteguhan dalam berpegang terhadap prinsip agama itulah yang akan membuat hati menjadi tenang sekali pun di terjang oleh badai informasi yang dahsyat.
Amalan ikhlas menumbuhkan kekokohan dalam pendirian. Amalan ikhlas menenangkan perasaan. Mengasyikkan... "Wama umiru illa liya'budulloha mukhlisina lahuddin..." Wallohu 'alam
AMALAN IKHLAS KOKOHKAN PENDIRIAN
Senin, awal Romodlon sebuah ceramah kuliah subuh yang disampaikan seorang pejabat tinggi Kota Mojokerto Jatim mengulas tentang pentingnya melakukan amaliyah secara ikhlas. Jika amalan itu ada dasar hukum yang benar sesuai petunjuk Alloh maka laksanakan dengan tanpa timbang rasa apalagi menjadi ragu akibat komentar, kritikan, cemoohan dan doa jelek orang lain. Hal itu dapat memupuk rasa percaya diri dan mengokohkan pendirian kita.
Sebagaimana dicontohkan dalam Kisah Luqman Al Hakim. Suatu ketika Luqman berjalan dengan anaknya dengan membawa seekor keledai kecil. Luqman dan anaknya secara bersama-sama menaiki sang keledai. Ketika melewati sebuah kampung warga di sana memai-makinya. Kata mereka, orang tua dan anaknya itu tidak memiliki perasaan dan perikehewanan. Akibat cemoohan itu, Luqman menyuruh anaknya turun dari keledainya, kemudian sang anak menuntun keledai sedang Luqman tetap duduk di atas keledai. Ketika sampai di sebuah kampung, maka ada orang kampung yang melihatnya dan berbisik, katanya betapa teganya orang tua itu menyuruh anaknya berjalan sementara dia duduk santai di atas keledai. Lalu Luqman bertukar tempat dengan anaknya,si anak ganti naik di atas keledai dan luqman berjalan. Ketika melewati kampung lagi-lagi mereka dicela orang. Katanya benar-benar anak kurang ajar, orang tua berjalan sementara orang tua berjalan. Akhirnya Luqman dan Anaknya sama sama turun dari keledai dan berjalan dengan menuntun hewan yang semakin tampak terengah-engah akibat kepayahan itu. Lagi-lagi warga mencela mereka ketika melewati perkampungan katanya betapa bodoh ayah beranak itu karena berjalan sementara kendaraan dibiarkan tanpa penumpang. Maka diputuskan, keledai itu diikat dan dipikul oleh Luqman dan anaknya. Eh, malah ada orang yang mengatainya, katanya, Bloon dan sinting, punya kendaraan bukanya dinaiki malah dipikul. Sampai di rumah, keledai itu dijual agar tidak lagi menjadi sumber persoalan dan ajang cemoohan orang lain. Begitu sudah laku terjual, ada tentangga yang bertanya. "Dimana keledaimu wahai Luqman?" "Sudah saya jual," jawab Luqman. "Oo, rupanya kau sekarang sudah bangkrut ya. Masa keledai kecil saja kamu jual?!"
Luqman melongo dan mengangkat bahu di hadapan anaknya.
Lalu Luqman pun berkata kepada anaknya. Lihatlah anakku jika kita tidak mempunyai pendirian kita akan bingung untuk mengambil sikap karena setiap orang mempunyai pendapat yang berbeda tentang suatu perkara. Maka kokohlah dengan pendapat kita kalau itu yang terbaik menurut kita.
Jadi, tidak usah dengar apa kata orang, kokohlah dengan pendapat yang kita anggap benar, cukup. Dan haruslah di ingat bahwa kebenaran yang di maksud adalah kebenaran menurut petunjuk Alloh sebagaimana yangt dijelaskan dalam dalil-dalil-Nya. Ada pun kebenaran menurut rasio manusia adalah kebenaran yang nisbi dan tidak vix karena pikiran manusia berkembang seiring waktu dan perasaan. Maka keteguhan dalam berpegang terhadap prinsip agama itulah yang akan membuat hati menjadi tenang sekali pun di terjang oleh badai informasi yang dahsyat.
Amalan ikhlas menumbuhkan kekokohan dalam pendirian. Amalan ikhlas menenangkan perasaan. Mengasyikkan... "Wama umiru illa liya'budulloha mukhlisina lahuddin..." Wallohu 'alam
5/10/2011
DIANING LANGITAN FM
DIANING LANGITAN FM
sebuah metafore atas pengaguman terhadap kemandirian
di padang angkasa sebagai cinpataan Sang Maha Pencipta
Sebuah tafsir atas ciptaan Gusti Pemilik Langit dan seisinya
To be contiuned... Ya Allah aku menunggu kehadiran rahmat dan limpahan bahagia
satu lagi di tengah kami...
sebuah metafore atas pengaguman terhadap kemandirian
di padang angkasa sebagai cinpataan Sang Maha Pencipta
Sebuah tafsir atas ciptaan Gusti Pemilik Langit dan seisinya
To be contiuned... Ya Allah aku menunggu kehadiran rahmat dan limpahan bahagia
satu lagi di tengah kami...
8/29/2010
BERLINDUNG DARI EMPAT KEJAHATAN
BERLINDUNG DARI EMPAT KEJAHATAN
oleh Hamidin Krazan pada 28 Agustus 2010 jam 11:42
Pada suatu hari Rasululloh Sholallohu’alaihi wassallam menderita penyakit yang cukup parah. Sehingga datang dua malaikat membezuknya. Dari percakapan kedua malaikat itu diketahui bahwa Rasululloh Sholallohu’alaihi wassallam terkena guna-guna atau semacam sihir yang diperbuat oleh seorang Yahudi bernama Labib bin Al A’sham Al Yahudi. Sihir itu berupa gulungan kain dengan simpul-simpul yang ditaruh di bawah batu di dasar sumur si Fulan. Kemudian Rasululloh Sholallohu’alaihi wassallam menyuruh sahabat ‘Ammar bin Yasir untuk mengambil gulungan kain yang disinyalir sebagai guna-guna itu. Setelah sumur dikuras, batunya diangkat ternyata terdapat di bawahnya gulungan kain dengan simpul secara berjajar sebanyak 11 ikatan. Bersamaan dengan itu turunlah surat 113 (Al Falaq) dan surat 114 (An Naas) kepada Rasululloh Sholallohu’alaihi wassallam. Setiap dibacakan satu ayat maka terlepaslah satu simpul ikatan pada kain itu. Hingga akhir surat An Naas selesai dibacakan maka terbuka semua dari 11 ikatan itu.
Bagi orang yang beriman mendapat musibah berupa penyakit yang disebabkan banyak hal memang diyakini sebagai sebuah ujian dari Alloh Subhanahu wata’ala. Begitu juga dengan adanya bala bencana baik yang disebabkan oleh factor alam maupun akibat kesalahan manusia sendiri. Namun bukan berarti kita pasrah dengan hal itu, sebaliknya secara spiritual kita dianjurkan agar aktif melakukan upaya maksimal berupa doa-doa.
Melalui turunnya surat Al Falaq, Alloh Subhanahu wata’ala mengajarkan kepada Rasul-Nya sekaligus petunjuk bagi umatnya, agar manusia harus senantiasa memohon perlindungan HANYA kepada Allah Subhanahu wata’ala. Perlindungan dari segala Ancaman, Gangguan, Hambatan bahkan Terror (AGHT) sekalipun. Semua AGHT bisa berasal dari mana saja, dan dikhawatirkan akan menimpa baik Nabi maupun umat manusia dari dulu hingga zaman sekarang.
Sebagaimana dinyatakan dalam surat 113, Al Qur’an memberi pengarahan agar kita meminta perlindungan kepada Rabb yang menguasai subuh atau Rabb yang menciptakan semua alam wujud dari beberapa hal. Pertama, Perlindungan dari kejahatan makhluk-Nya. Kedua perlindungan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Ketiga, perlindungan dari tukang sihir. Keempat, perlindungan dari pendengki apabila dia berbuat dengki.
Pada ayat kedua, manusia dituntun agar memohon perlindungan dari kejahatan apa yang telah diciptakan Alloh Subhanahu wata’ala. Makhluk Alloh itu sebagian ada yang bermanfaat tapi sebagian di antaranya ada yang berbahaya. Harusnya kita memohon agar terlindung dari semua makhluk Alloh baik makhluk hidup maupun benda mati, baik yang makro maupun mikrokosmos yang berbahaya itu.
Pada ayat ketiga, membimbing manusia agar senantiasa memohon perlindungan dari malam apabila telah gelap gulita. Malam hari biasanya sangat menakutkan dan membangkitkan rasa ngeri pada khalayak umum. Mengingat galibnya, pada malam hari sering terjadi tindak criminal, perbuatan yang mangakibatkan bahaya, pencurian, perampokan, pembunuhan, saat keluarnya bintang buas, serangga beracun yang membahayakan bagi manusia, pemangsa tanaman, buah-buahan, juga beroperasinya dunia maksiat seperti kemeriahan di pub dansa maupun hirukpikuknya dunia gemerlap (dugem). Dalam makna majasi, malam itu identik dengan gelap mata, gelap hati, gelap pikiran yang jika menimpa seseorang maka ia dapat membahayakan orang lain bahkan diri kita.
Ayat ketiga mengarahkan umat manusia, agar berlindung dari kejahatan perempuan-perempuan sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Konon, modus operandi tukang sihir jika sedang melakukan kejahatan pesanan, misalnya memutuskan hubungan suami istri, itu dengan cara membuat ikatan pada sebuah kain yang berisi jampi-jampi. Sipenyihir lantas menghembus dengan mulut yang disertai semburan ludah pada jampi-jampi itu hingga terlepas tali-talinya. Jika lepas maka kiriman guna-guna atau santetnya telah sampai pada sasarannya.
Menurut Syeh Muhammad Abduh dalam tafsir Alfatihah, mengatakan, perilaku tukang sihir itu sebuah metafora dari perilaku manusia yang suka menyebar fitnah, suka mengadu domba, memecah belah umat, memutuskan tali kasih sayang, bahkan membuat lepasnya ikatan antar manusia atau kelompok di bidang muamalah, baik hubungan dagang, organisasi ataupun keutuhan kebangsaan. Dengan demikian orang yang berperilaku semacam itu sebut saja – provokator, tukang biang gossip, politikus busuk, tukang adu domba- itu merupakan perilaku tukang sihir. Karena keduanya menginginkan agar hubungan atau ikatan kasih sayang di antara manusia itu terputus!
Ayat keempat manusia dianjurkan agar memohon perlindungan dari pendengki apabila ia dengki. Semua manusia bisa saja memiliki rasa dengki. Tapi itu manusiawi. Dengki (hasad) adalah mengharap lenyapnya kenikmatan yang dimiliki orang lain. Yang menjadi bahaya adalah ketika sifat dengki itu berubah jadi perilaku dengki. Perbuatan dengki itu bisa muncul dari siapa saja. Mungkin anak, adik, kakak ipar, orang tua, mertua bahkan suami atau istri kita. Tetapi jika kita mengharapkan mempunyai kenikmatan yang serupa tanpa dibarengi dengan harapan agar nikmat itu lenyap dari tangan orang lain, itu namanya persaingan sehat (ghibtah munafasah). Insya Allah itu boleh karena dapat memacu produktifitas diri kita. Yang tidak boleh adalah dengki (hasad). Bahkan kita diperintah agar berlindung dari pendengki apabila ia berbuat dengki. Wallhu’alam bishowab (Disampiakan dalam Kuliah Subuh pada Senin 23 Agustus di Masjid Al Islam Desa Krajan, Pekuncen, Banyumas, Jateng)
Komen sahabat FB
Jamila Parwin: menyukai ini.
Jamila Parwin: Terimakasih tagnya mas n utk selalu di ingatkan....]
Ifa Yulianti Sahab: terima kasih tausiah-nya yg tlh mngingatkn ku tuk tetap mengingat ALLAH SWT, apa kejahatan dr lelaki/wanita hidung belang msk ayat mana?
Kurnia Effendi: Alhamdulillah. Terima kasih, sahabat. Walau pernah membaca terjemah Al-Falaq, baru semendalam ini aku tahu makna perluasannya. Semoga kesehatan dianugrahkan Allah kepadamu sekeluarga. Amin. Aku minta izin untuk menyimpan dan membagikan tulisanmu ini kepada teman2 dekat
Khafid Abdillah: Terima kasih Mas Hamidin....wah jadi terpacu menggali kandungan AL-Qur'anul Qarim...
Muhammad Masrur Islami: rindu aku akan kuliah subuh...
Eka Kurni: Mas,even Pasar kaget di ZPekuncen undah dimuat di KR, kalau g Hari Rabu 25 Agustus 2010. maaf br ngasih tau...
Rae Sita Patappa: uraian yang dalam dan bermanfaat..
makasih udah ditag, Mas..
Hamidin Krazan says:
*Teh JP sama-sama mari saling mengingatkan ...
*Bu Guru Ifa: cewok/cowok hibel juga manusia... (makhluk-Nya ) toh...?
*Mas Kef...amiin...selamat mudik..
*Mas Khafid... mari...
*Ung... tulis...biar ditempel di kaca masjid Al Islam.. (he he...ga...k ada majalah dindingnya seeh?)
*Edhon putra... makasih ya, berita di web KRjogya sih dah aku baca...
*Teh Han,*Sdri Rae selamat menempuh malam seribu bulan, semoga karya menjadi bagian dari percikan dari peraihan malam yang amat mulia didamba para hamba-Nya. amiin
PUISI
Menempuh Jazirah Cintamu
oleh Kurnia Effendi pada 29 Agustus 2010 jam 6:01
-Langkah Kesembilan Belas
Dalam perjalanan ini, aku belindung dari kejahatan makhlukmu. Aku bukan seorang pemilih dalam bersahabat, tetapi jauhkan mereka yang bermaksud keji kepadaku. Akulah si cengeng itu, yang akan menangis di kakimu, saat membutuhkan perisai, untuk menghalangi tangan makhluk dzalim merenggut sukma resik dan akal sehatku. Seluruh makhlukmu yang pernah diajak bicara oleh Baginda Sulaiman, tentu ada sebagian yang tak takzim kepadamu, bahkan mengkhianatimu. Mungkin juga aku, yang kini sedang bersimpuh memohon perlindunganmu
Dalam ayun langkah ini, aku sembunyi di ruang terangmu dari gelap malam. Gulita yang melahirkan banyak pikiran buruk, yang menghunus belati dan menebar racun, yang memangsa si lemah dalam keterpojokan, yang menyalakan nafsu untuk memusnahkan. Alangkah kelam misteri terkandung dalam malam, sehingga bulan seolah pahlawan sendirian. Membuat gemintang serupa penanda yang terlunta. Angin berembus lebih keras, hasrat lebih beringas dari besi panas. Aku tak ingin menghitam dalam jubah kejahatan malam, kecuali dalam pelukanmu.
Dalam safari yang tak ingin henti ini, jangan biarkan pengaruh sihir menghampiriku. Kekasihmu yang menjadi cahaya semesta pun tak imun oleh tenung, sebelas ikatan pada lipatan kain berisi pernik jampi ditindih batu di dasar sumur tua. Malaikat meneteskan air mata untuk rasa sakitnya, ambang ajal yang melahirkan firmanmu. Sesungguhnya manusia lemah dari kejahatan di bumi, kecuali mencari kekuatan kepadamu. Akulah si pendosa itu, yang tanpa sadar memainkan sihir dan teluh dengan ucapan maupun tindakan. Dengan kepasrahan, aku ingin pantas memintamu memandikanku
Dalam pengembaraan ini, aku menghindar dari para pendengki dengan meminjam mantramu. Metafora terburuk bagi para penyebar fitnah, perencana adu domba, pemecah belah umat, pemutus tali kasih sayang, penggali niat-niat busuk, mudah dimulai dari rasa dengki. Boleh diawali dari kuncup cemburu yang masuk ke dalam pikiran dan nurani seperti serat lembut, perlahan memamah bening jiwa. Aku mungkin si pencemburu berat, kekasihku, beri tahu apa yang harus kuperbuat untuk menyelamatkan hatiku. Izinkan aku luluh dan leleh dalam cintamu
19 Ramadan 1431, 29 Agustus 2010
Kurnia Effendi
Catatan:
“Puisi” ini diilhami dari ceramah Subuh oleh Hamidin Krazan yang mengisahkan muasal turunnya surat Al-Falaq
Hamidin Krazan Says:
jembatan putih menyatukan ufuk dan kiblat
hatiku hatimu terpaut dalam jejak menuju ke sama
dalam malam
dalam kengerian
kami dekap keberanian
...agar tak terlupakan
di sebrang
setelah kita tinggalkan
oleh Hamidin Krazan pada 28 Agustus 2010 jam 11:42
Pada suatu hari Rasululloh Sholallohu’alaihi wassallam menderita penyakit yang cukup parah. Sehingga datang dua malaikat membezuknya. Dari percakapan kedua malaikat itu diketahui bahwa Rasululloh Sholallohu’alaihi wassallam terkena guna-guna atau semacam sihir yang diperbuat oleh seorang Yahudi bernama Labib bin Al A’sham Al Yahudi. Sihir itu berupa gulungan kain dengan simpul-simpul yang ditaruh di bawah batu di dasar sumur si Fulan. Kemudian Rasululloh Sholallohu’alaihi wassallam menyuruh sahabat ‘Ammar bin Yasir untuk mengambil gulungan kain yang disinyalir sebagai guna-guna itu. Setelah sumur dikuras, batunya diangkat ternyata terdapat di bawahnya gulungan kain dengan simpul secara berjajar sebanyak 11 ikatan. Bersamaan dengan itu turunlah surat 113 (Al Falaq) dan surat 114 (An Naas) kepada Rasululloh Sholallohu’alaihi wassallam. Setiap dibacakan satu ayat maka terlepaslah satu simpul ikatan pada kain itu. Hingga akhir surat An Naas selesai dibacakan maka terbuka semua dari 11 ikatan itu.
Bagi orang yang beriman mendapat musibah berupa penyakit yang disebabkan banyak hal memang diyakini sebagai sebuah ujian dari Alloh Subhanahu wata’ala. Begitu juga dengan adanya bala bencana baik yang disebabkan oleh factor alam maupun akibat kesalahan manusia sendiri. Namun bukan berarti kita pasrah dengan hal itu, sebaliknya secara spiritual kita dianjurkan agar aktif melakukan upaya maksimal berupa doa-doa.
Melalui turunnya surat Al Falaq, Alloh Subhanahu wata’ala mengajarkan kepada Rasul-Nya sekaligus petunjuk bagi umatnya, agar manusia harus senantiasa memohon perlindungan HANYA kepada Allah Subhanahu wata’ala. Perlindungan dari segala Ancaman, Gangguan, Hambatan bahkan Terror (AGHT) sekalipun. Semua AGHT bisa berasal dari mana saja, dan dikhawatirkan akan menimpa baik Nabi maupun umat manusia dari dulu hingga zaman sekarang.
Sebagaimana dinyatakan dalam surat 113, Al Qur’an memberi pengarahan agar kita meminta perlindungan kepada Rabb yang menguasai subuh atau Rabb yang menciptakan semua alam wujud dari beberapa hal. Pertama, Perlindungan dari kejahatan makhluk-Nya. Kedua perlindungan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Ketiga, perlindungan dari tukang sihir. Keempat, perlindungan dari pendengki apabila dia berbuat dengki.
Pada ayat kedua, manusia dituntun agar memohon perlindungan dari kejahatan apa yang telah diciptakan Alloh Subhanahu wata’ala. Makhluk Alloh itu sebagian ada yang bermanfaat tapi sebagian di antaranya ada yang berbahaya. Harusnya kita memohon agar terlindung dari semua makhluk Alloh baik makhluk hidup maupun benda mati, baik yang makro maupun mikrokosmos yang berbahaya itu.
Pada ayat ketiga, membimbing manusia agar senantiasa memohon perlindungan dari malam apabila telah gelap gulita. Malam hari biasanya sangat menakutkan dan membangkitkan rasa ngeri pada khalayak umum. Mengingat galibnya, pada malam hari sering terjadi tindak criminal, perbuatan yang mangakibatkan bahaya, pencurian, perampokan, pembunuhan, saat keluarnya bintang buas, serangga beracun yang membahayakan bagi manusia, pemangsa tanaman, buah-buahan, juga beroperasinya dunia maksiat seperti kemeriahan di pub dansa maupun hirukpikuknya dunia gemerlap (dugem). Dalam makna majasi, malam itu identik dengan gelap mata, gelap hati, gelap pikiran yang jika menimpa seseorang maka ia dapat membahayakan orang lain bahkan diri kita.
Ayat ketiga mengarahkan umat manusia, agar berlindung dari kejahatan perempuan-perempuan sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Konon, modus operandi tukang sihir jika sedang melakukan kejahatan pesanan, misalnya memutuskan hubungan suami istri, itu dengan cara membuat ikatan pada sebuah kain yang berisi jampi-jampi. Sipenyihir lantas menghembus dengan mulut yang disertai semburan ludah pada jampi-jampi itu hingga terlepas tali-talinya. Jika lepas maka kiriman guna-guna atau santetnya telah sampai pada sasarannya.
Menurut Syeh Muhammad Abduh dalam tafsir Alfatihah, mengatakan, perilaku tukang sihir itu sebuah metafora dari perilaku manusia yang suka menyebar fitnah, suka mengadu domba, memecah belah umat, memutuskan tali kasih sayang, bahkan membuat lepasnya ikatan antar manusia atau kelompok di bidang muamalah, baik hubungan dagang, organisasi ataupun keutuhan kebangsaan. Dengan demikian orang yang berperilaku semacam itu sebut saja – provokator, tukang biang gossip, politikus busuk, tukang adu domba- itu merupakan perilaku tukang sihir. Karena keduanya menginginkan agar hubungan atau ikatan kasih sayang di antara manusia itu terputus!
Ayat keempat manusia dianjurkan agar memohon perlindungan dari pendengki apabila ia dengki. Semua manusia bisa saja memiliki rasa dengki. Tapi itu manusiawi. Dengki (hasad) adalah mengharap lenyapnya kenikmatan yang dimiliki orang lain. Yang menjadi bahaya adalah ketika sifat dengki itu berubah jadi perilaku dengki. Perbuatan dengki itu bisa muncul dari siapa saja. Mungkin anak, adik, kakak ipar, orang tua, mertua bahkan suami atau istri kita. Tetapi jika kita mengharapkan mempunyai kenikmatan yang serupa tanpa dibarengi dengan harapan agar nikmat itu lenyap dari tangan orang lain, itu namanya persaingan sehat (ghibtah munafasah). Insya Allah itu boleh karena dapat memacu produktifitas diri kita. Yang tidak boleh adalah dengki (hasad). Bahkan kita diperintah agar berlindung dari pendengki apabila ia berbuat dengki. Wallhu’alam bishowab (Disampiakan dalam Kuliah Subuh pada Senin 23 Agustus di Masjid Al Islam Desa Krajan, Pekuncen, Banyumas, Jateng)
Komen sahabat FB
Jamila Parwin: menyukai ini.
Jamila Parwin: Terimakasih tagnya mas n utk selalu di ingatkan....]
Ifa Yulianti Sahab: terima kasih tausiah-nya yg tlh mngingatkn ku tuk tetap mengingat ALLAH SWT, apa kejahatan dr lelaki/wanita hidung belang msk ayat mana?
Kurnia Effendi: Alhamdulillah. Terima kasih, sahabat. Walau pernah membaca terjemah Al-Falaq, baru semendalam ini aku tahu makna perluasannya. Semoga kesehatan dianugrahkan Allah kepadamu sekeluarga. Amin. Aku minta izin untuk menyimpan dan membagikan tulisanmu ini kepada teman2 dekat
Khafid Abdillah: Terima kasih Mas Hamidin....wah jadi terpacu menggali kandungan AL-Qur'anul Qarim...
Muhammad Masrur Islami: rindu aku akan kuliah subuh...
Eka Kurni: Mas,even Pasar kaget di ZPekuncen undah dimuat di KR, kalau g Hari Rabu 25 Agustus 2010. maaf br ngasih tau...
Rae Sita Patappa: uraian yang dalam dan bermanfaat..
makasih udah ditag, Mas..
Hamidin Krazan says:
*Teh JP sama-sama mari saling mengingatkan ...
*Bu Guru Ifa: cewok/cowok hibel juga manusia... (makhluk-Nya ) toh...?
*Mas Kef...amiin...selamat mudik..
*Mas Khafid... mari...
*Ung... tulis...biar ditempel di kaca masjid Al Islam.. (he he...ga...k ada majalah dindingnya seeh?)
*Edhon putra... makasih ya, berita di web KRjogya sih dah aku baca...
*Teh Han,*Sdri Rae selamat menempuh malam seribu bulan, semoga karya menjadi bagian dari percikan dari peraihan malam yang amat mulia didamba para hamba-Nya. amiin
PUISI
Menempuh Jazirah Cintamu
oleh Kurnia Effendi pada 29 Agustus 2010 jam 6:01
-Langkah Kesembilan Belas
Dalam perjalanan ini, aku belindung dari kejahatan makhlukmu. Aku bukan seorang pemilih dalam bersahabat, tetapi jauhkan mereka yang bermaksud keji kepadaku. Akulah si cengeng itu, yang akan menangis di kakimu, saat membutuhkan perisai, untuk menghalangi tangan makhluk dzalim merenggut sukma resik dan akal sehatku. Seluruh makhlukmu yang pernah diajak bicara oleh Baginda Sulaiman, tentu ada sebagian yang tak takzim kepadamu, bahkan mengkhianatimu. Mungkin juga aku, yang kini sedang bersimpuh memohon perlindunganmu
Dalam ayun langkah ini, aku sembunyi di ruang terangmu dari gelap malam. Gulita yang melahirkan banyak pikiran buruk, yang menghunus belati dan menebar racun, yang memangsa si lemah dalam keterpojokan, yang menyalakan nafsu untuk memusnahkan. Alangkah kelam misteri terkandung dalam malam, sehingga bulan seolah pahlawan sendirian. Membuat gemintang serupa penanda yang terlunta. Angin berembus lebih keras, hasrat lebih beringas dari besi panas. Aku tak ingin menghitam dalam jubah kejahatan malam, kecuali dalam pelukanmu.
Dalam safari yang tak ingin henti ini, jangan biarkan pengaruh sihir menghampiriku. Kekasihmu yang menjadi cahaya semesta pun tak imun oleh tenung, sebelas ikatan pada lipatan kain berisi pernik jampi ditindih batu di dasar sumur tua. Malaikat meneteskan air mata untuk rasa sakitnya, ambang ajal yang melahirkan firmanmu. Sesungguhnya manusia lemah dari kejahatan di bumi, kecuali mencari kekuatan kepadamu. Akulah si pendosa itu, yang tanpa sadar memainkan sihir dan teluh dengan ucapan maupun tindakan. Dengan kepasrahan, aku ingin pantas memintamu memandikanku
Dalam pengembaraan ini, aku menghindar dari para pendengki dengan meminjam mantramu. Metafora terburuk bagi para penyebar fitnah, perencana adu domba, pemecah belah umat, pemutus tali kasih sayang, penggali niat-niat busuk, mudah dimulai dari rasa dengki. Boleh diawali dari kuncup cemburu yang masuk ke dalam pikiran dan nurani seperti serat lembut, perlahan memamah bening jiwa. Aku mungkin si pencemburu berat, kekasihku, beri tahu apa yang harus kuperbuat untuk menyelamatkan hatiku. Izinkan aku luluh dan leleh dalam cintamu
19 Ramadan 1431, 29 Agustus 2010
Kurnia Effendi
Catatan:
“Puisi” ini diilhami dari ceramah Subuh oleh Hamidin Krazan yang mengisahkan muasal turunnya surat Al-Falaq
Hamidin Krazan Says:
jembatan putih menyatukan ufuk dan kiblat
hatiku hatimu terpaut dalam jejak menuju ke sama
dalam malam
dalam kengerian
kami dekap keberanian
...agar tak terlupakan
di sebrang
setelah kita tinggalkan
8/19/2010
Warga Buru Beras Murah di Pasar Kaget Ramadan Desa Pekuncen

.jpg)
Warga Buru Beras Murah di Pasar Kaget Ramadan
PEKUNCEN – Pasar Kaget Ramadan yang diselenggarakan Kelompok Tadarus dan Wirausaha Darussalam berlangsung sejak Selasa (10/8), bertempat di halaman masjid Darussalam Desa Pekuncen Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas pada sepekan ini semakin ramai dibanjiri pengunjung. Hal itu dikatakan seksi humas Hamidin yang ditemui di lokasi kegiatan, Rabu (18/8) kemarin.
“Pengunjung tidak hanya warga setempat tetapi juga dari desa lain di wilayah Kecamatan Pekuncen. Kehadirannya di pasar kaget selain membeli ta’jil dan lauk pauk untuk berbuka puasa, juga memburu beras murah yang disediakan panitia,” kata Hamidin.
Diakuinya, penjualan beras murah yang disediakan di stand kelompok Tadarus ini ternyata mampu menyedot antusiasme masyarakat untuk datang dan berbelanja di pasar kaget. Seperti, lanjutnya, beras jenis IR 64 yang di pasaran dijual dengan harga Rp 6.000 hingga Rp 6.500/ Kg ternyata di pasar kaget dijual seharga Rp 5.250/ Kg. Sedikitnya selisih Rp 750 perkilonya yang mendapat subsidi dana dari penyelenggara kerjasama dengan para donator. Lantaran stok terbatas, sehingga panitia membatasi hanya 2 Kg untuk setiap pembeli. Sedangkan jumlah beras yang disediakan sekitar 2 ton untuk selama sebulan.
Gebrakan lain yang dilakukan panitia dari kegiatan yang digelar hingga akhir Ramadan, Kamis (9/11) mendatang ini, selain ada beras murah, juga harga sewa stand yang sangat murah. Stand ukuran 2 x 1,5 meter hanya dikenai biaya Rp 50.000 selama sebulan. Jika dikalkulasi, lanjut Hamidin, para penyewa itu hanya membayar perharinya Rp 1.670.
Dalam kegiatan perdana ini panitia hanya menyediakan 18 stand, namun jumlah pedagang yang turut berjualan jumlahnya mencapai 30-an orang. Para pedagang selain berasal dari Desa Pekuncen juga dari Ajibarang. “Pedagang yang tak kebagian stand itu hanya menitipkan barang dagangannya kepada rekannya yang menyewa stand. Setiap seorang pemilik stand bisa dititipi menu dari lima hingga tujuh pedagang dengan sistim konsinyasi,” jelas Hamidin
Para penjual mulai berjualan dari jam 14.00 hingga jam 18.00 WIB, namun keuntungan yang diperoleh rata-rata setiap pedagang mencapai antara Rp 45.000 hingga Rp 70.000 per hari.
Hal itu diakui Zaenal pedagang Martabak Unyil dari Ajibarang maupun Hikmah Muliat selaku penanggung jawab stand milik Nasyiatul Aisyiyah Ranting Pekuncen yang menyediakan aneka kolak dan lauk-pauk. “Kalau nggak hujan dapat dipastikan pengunjung membludak, daganganpun bisa habis sebelum bedug maghrib, sedangkan keuntungan bersih minimal limapuluh ribu rupiah,” tuturnya.
Menurut Ketua Penyelenggara, Hajid Maududi, selain untuk mengisi amaliyah Ramadan, kegiatan ini sebagai upaya menumbuhkan kemandirian ekonomi khusunya bidang usaha. Terbukti dengan banyaknya pedagang yang antusias untuk berjualan berbagai kreasi makanan, jajanan untuk berbuka puasa serta busana hingga aksesoris muslim bahkan obat herbal.
“Kegiatan ini semacam embrio dari agenda unit perdagangan, yang rencanya akan dijadikan kegiatan rutin setiap Ramadan. Sekaligus sebagai perintisan dibentuknya koperasi yang dikelola secara professional,” kata Hajid.
Dijelaskan, praktik ekonomi dalam bentuk usaha nyata ini merupakan implementasi dari kegiatan tadarus yang dilakukan secara rutin setiap Selasa malam. Panitia kerjasama dengan donator juga menyediakan doorprize bagi pengunjung yang diundi setiap sepekan sekali.
Langganan:
Postingan (Atom)
PUISI PERHELATAN BAYANG DAN KENYATAAN
LAHIR DAN MELATA Hamidin Krazan Di Kaki Bromo Lahir telanjang Jika itu kau jabang bayi lelaki Seharusnya kau tetap bugil teronggok di ata...
-
:Kolaborasi KKP UIN Mataram dan KKN MAS Ajak Warga Tanam Mahoni Penyerhan bibit Pohon Mahoni T ri Dharma Perguruan Tinggi merupakan karak...
-
LAHIR DAN MELATA Hamidin Krazan Di Kaki Bromo Lahir telanjang Jika itu kau jabang bayi lelaki Seharusnya kau tetap bugil teronggok di ata...
-
Desa Mawa Cara Bumi Mawa Ciri PERIBAHASA Jawa itu terkandung makna, setiap tempat di suatu daerah terdapat kekhasan cara dalam menye...