4/02/2010

Nanam Albasia yuuk

A TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN SENGON / ALBASIA / ALBAZIA
Botani Sengon

Sengon dalam bahasa latin disebut Albazia Falcataria, termasuk famili Mimosaceae, keluarga petai – petaian. Di Indonesia, sengon memiliki beberapa nama daerah seperti berikut :
Jawa :jeunjing, jeunjing laut (sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut, atau sengon sabrang (jawa). Wong Desa Pekuncen menamakan besiar
Maluku : seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), dan gosui (Tidore)
Bagian terpenting yang mempunyai nilai ekonomi pada tanaman sengon adalah kayunya. Pohonnya dapat mencapai tinggi sekitar 30–45 meter dengan diameter batang sekitar 70 – 80 cm. Bentuk batang sengon bulat dan tidak berbanir. Kulit luarnya berwarna putih atau kelabu, tidak beralur dan tidak mengelupas. Berat jenis kayu rata-rata 0,33 dan termasuk kelas awet IV - V.
Kayu sengon digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, peti kas, perabotan rumah tangga, pagar, tangkai dan kotak korek api, pulp, kertas dan lain-lainnya.
Tajuk tanaman sengon berbentuk menyerupai payung dengan rimbun daun yang tidak terlalu lebat. Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda dengan anak daunnya kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari udara bebas.
Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah. Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur.
Dengan sifat-sifat kelebihan yang dimiliki sengon, maka banyak pohon sengon ditanam ditepi kawasan yang mudah terkena erosi dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah melalui DEPHUTBUN untuk menggalakan ‘Sengonisasi’ di sekitar daerah aliran sungai (DAS) di Jawa, Bali dan Sumatra.
Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malai berukuran sekitar 0,5 – 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari bunga jantan dan bunga betina, dengan cara penyerbukan yang dibantu oleh angin atau serangga.
Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, dan panjangnya sekitar 6 – 12 cm. Setiap polong buah berisi 15 – 30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil dan jika sudah tua biji akan berwarna coklat kehitaman,agak keras, dan berlilin.

Habitat Sengon
Tanah
Tanaman Sengon dapat tumbuh baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan kemasaman tanah sekitar pH 6-7.
Iklim
Ketinggian tempat yang optimal untuk tanaman sengon antara 0 – 800 m dpl. Walapun demikian tanaman sengon ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Sengon termasuk jenis tanaman tropis, sehingga untuk tumbuhnya memerlukan suhu sekitar 18 ° – 27 °C.
Curah Hujan
Curah hujan mempunyai beberapa fungsi untuk tanaman, diantaranya sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk gula dan pati, sarana transpor hara dalam tanaman, pertumbuhan sel dan pembentukan enzim, dan menjaga stabilitas suhu. Tanaman sengon membutuhkan batas curah hujan minimum yang sesuai, yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering, namun juga tidak terlalu basah, dan memiliki curah hujan tahunan yang berkisar antara 2000 – 4000 mm.
Kelembaban
Kelembaban juga mempengaruhi setiap tanaman. Reaksi setiap tanaman terhadap kelembaban tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Tanaman sengon membutuhkan kelembaban sekitar 50%-75%.
Keragaman Penggunaan dan Manfaat Kayu sengon
Pohon sengon merupakan pohon yang serba guna. Dari mulai daun hingga perakarannya dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan.
Daun
Daun Sengon, sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti sapi, kerbau, dfan kambingmenyukai daun sengon tersebut.
Perakaran
Sistem perakaran sengon banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium. Hal ini menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon dapat membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya tanah ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani penggarapnya.
Kayu
Bagian yang memberikan manfaat yang paling besar dari pohon sengon adalah batang kayunya. Dengan harga yang cukup menggiurkan saat ini sengon banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan berupa papan papan dengan ukuran tertentu sebagai bahan baku pembuat peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam kontruksi, industri korek api, pensil, papan partikel, bahan baku industri pulp kertas dll.
Pembibitan Sengon
a) Benih
Pada umumnya tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon yang dijadikan benih harus terjamin mutunya. Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit. Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut :
Kulit bersih berwarna coklat tua
Ukuran benih maksimum
Tenggelam dalam air ketika benih direndam, dan
Bentuk benih masih utuh.
Selain penampakan visual tersebut, juga perlu diperhatikan daya tumbuh dan daya hidupnya, dengan memeriksa kondisi lembaga dan cadangan makanannya dengan mengupas benih tersebut. Jika lembaganya masih utuh dan cukup besar, maka daya tumbuhnya tinggi.
b) Kebutuhan Benih
Jumlah benih sengon yang dibutuhkan untuk luas lahan yang hendak ditanami dapat dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sederhana berikut :
Keterangan :
Luas kebun penanaman sengon 1 hektar (panjang= 100 m dan lebar= 100 m)
Jarak tanam 3 x 2 meter
Satu lubang satu benih sengon
Satu kilogram benih berisi 40.000 butir
Daya tumbuh 60 %
Tingkat kematian selama di persemaian 15 %
Dengan demikian jumlah benih = 100 / 3 x 100/2 x 1 = 1.667 butir. Namun dengan memperhitungkan daya tumbuh dan tingkat kematiannnya, maka secara matematis dibutuhkan 3.705 butir. Sedangkan operasionalnya, untuk kebun seluas satu hektar dengan jarak tanam 3 x 2 meter dibutuhkan benih sengon kira-kira 92,62 gram, atau dibulatkan menjadi 100 gram.
c) Perlakuan benih
Sehubungan dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal serta segera berkecambah apabila dalam keadaan lembab, maka sebelum benih disemaikan , sebaiknya dilakukan treatment guna membangun perkecambahan benih tersebut, yaitu : Benih direndam dalam air panas mendidih (80 C) selama 15 – 30 menit. Setelah itu, benih direndam kembali dalam air dingin sekitar 24 jam, lalu ditiriskan. untuk selanjutnya benih siap untuk disemaikan.
d) Pemilihan Lokasi Persemaian
Keberhasilan persemaian benih sengon ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persemaian sebagai berikut :
Lokasi persemaian dipilih tempat yang datar atau dengan derajat kemiringan maksimum 5 %
Diupayakan memilih lokasi yang memiliki sumber air yang mudah diperoleh sepanjang musim ( dekat dengan mata air, dekat sungai atau dekat persawahan).
Kondisi tanahnya gembur dan subur, tidak berbatu/kerikil, tidak mengandunh tanah liat.
Berdekatan dengan kebun penanaman dan jalan angkutan, guna menghindari kerusakan bibit pada waktu pengangkutan.
Untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah besar perlu dibangun persemaian yang didukung dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, antara lain bangunan persemaian, sarana dan prasarana pendukung, sarana produksi tanaman dll. Selain itu ditunjang dengan ilmu pengetahuan yang cukup diandalkan.
Langkah-Langkah Penyemaian Benih Sengon
Terlepas dari kegiatan pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung maka langkah-langkah penyemaian benih dapat dibagi benjadi tahap – tahap kegiatan sebagai berikut:
a) Penaburan
Kegiatan penaburan dilakukan dengan maksud untuk memperoleh prosentase kecambah yang maksimal dan menghasilkan kecambah yang sehat. Kualitas kecambah ini akan mendukung terhadap pertumbuhan bibit tanaman, kecambah yang baik akan menghasilkan bibit yang baik pula dan hal ini akan dapat membentuk tegakan yang berkualitas.
Bahan dan alat yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penaburan adalah sebagai berikut :
Benih
Bedeng tabur/bedeng kecambah
Media Tabur, campuran pasir dengan tanah 1 : 1
Peralatan penyiraman
Tersedianya air yang cukup
dan sebagainya.
Teknik pelaksanaan, bedeng tabur dibuat dari bahan kayu/bambu dengan atap rumbia dengan ukuran bak tabur 5 x 1 m ukuran tinggi naungan depan 75 cm belakang 50 cm.. kemudian bedeng tabur disi dengan media tabur setebal 10 cm , usahakan agar media tabur ini bebas dari kotoran/sampah untuk menghindari timbulnya penyakit pada kecambah.
Penaburan benih pada media tabur dilakukan setelah benih mendapat perlakuan guna mempercepat proses berkecambah dan memperoleh prosen kecambah yang maksimal. Penaburaan dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari untuk menghindari terjadinya penguapan yang berlebihan.
Penaburan ini ditempatkan pada larikan yang sudah dibuat sebelumnya, ukuran larikan tabur ini berjara 5 cm antar larikan dengan kedalaman kira – kira 2,0 cm. Usahakan benih tidak saling tumpang tindih agar pertumbuhan kecambah tidak bertumpuk. Setelah kecambah berumur 7 – 10 hari maka kecambah siap untuk dilakukan penyapihan.
Penyapihan Bibit
Langkah-langkah kegiatan penyapihan bibit antara lain adalah :
Siapkan kantong plastik ukuran 10 x 20 cm, dan dilubangi kecil-kecil sekitar 2 – 4 lubang pada bagian sisi-sisinya.
Masukkan media tanam yang berupa campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Jika tanah cukup gembur, jumlah pasir dikurangi.
Setelah media tanam tercampur merata, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plasitk setinggi ¾ bagian, barulah kecambah sengon ditanam, setiap kantong diberi satu batang kecambah.
Kantong plastik yang telah berisi anakan, diletakkan dibawah para-para yang diberi atap jerami atau daun kelapa, agar tidak langsung tersengat terik matahari.
Pada masa pertumbuhan anakan semai sampai pada saat kondisi bibit layak untuk ditanam di lapangan perlu dilakukan pemeliharaan secara intensip.
c) Pemeliharaan
Pemeliharaan yang dilakukan terhadap bibit dipersemaian adalah sebagai berikut :
Penyiraman
Penyiraman yang optimum akan memberikan pertumbuhan yang optimum pada semai / bibit. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari maupun siang hari dengan menggunakan nozle. Selanjutnya pada kondisi tertentu, penyiraman dapat dilakukan lebih banyak dari keadaan normal, yaitu pada saat bibit baru dipindah dari naungan ke areal terbuka dan hari yang panas.
Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan menggunakan larutan "gir". Adapun pembuatan larutan "gir: sebagai berikut :
Disiapkan drum bekas dan separuh volumenya diisi pupuk kandang. Tambahkan air sampai volumenya ¾ bagian, kemudian tambahkan 15 kg TSP, lalu diaduk rata. Biarkan selama seminggu dan setelah itu digunakan untuk pemupukan.
Dosis pemupukan sebanyak 2 sendok makan per 2 minggu, pada umur 6 bulan, ketika tingginya 70 – 125 cm, bibit siap dipindahkan ke kebun.
Penyulaman
Penyulaman dilakukan apabila bibit ada yang mati dan perlu dilakukan dengan segera agar bibit sulaman tidak tertinggal jauh dengan bibit lainnya.
Penyiangan
Penyiangan terhadap gulma, dilakukan dengan mencabut satu per satu dan bila perlu dibantu dengan alat pencungkil, namun dilakukan hati –hati agar jangan sampai akar bibit terganggu.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Beberapa hama yang biasa menyerang bibit adalah semut, tikus rayap, dan cacing, sedangkan yang tergolong penyakit ialah kerusakan bibit yang disebabkan oleh cendawan.
Seleksi bibit
Kegiatan seleksi bibit merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum bibit dimutasikan kelapangan, maksudnya yaitu mengelompokan bibit yang baik dari bibit yang kurang baik pertumbuhannya. Bibit yang baik merupakan prioritas pertama yang bisa dimutasikan kelapangan untuk ditanam sedangkan bibit yang kurang baik pertumbuhannya dilakukan pemeliharaan yang lebih intensip guna memacu pertumbuhan bibit sehingga diharapkan pada saat waktu tanam tiba kondisi bibit mempunyai kualitas yang merata.
Penyiapan Lahan
Penyiapan lahan pada prinsipnya membebaskan lahan dari tumbuhan pengganggu atau komponen lain dengan maksud untuk memberikan ruang tumbuh kepada tanaman yang akan dibudidayakan. Cara pelaksanaan penyipan lahan digolongkan menjadi 3 cara, yaitu cara mekanik, semi mekanik dan manual. Jenis kegiatannya terbagi menjadi dua tahap ;
Pembersihan lahan, yaitu berupa kegiatan penebasan terhadap semak belukar dan padang rumput. Selanjutnya ditumpuk pada tempat tertentu agar tidak mengganggu ruang tumbuh tanaman.
Pengolahan tanah, dimaksudkan untuk memperbaiki struktur tanah dengan cara mencanggkul atau membajak (sesuai dengan kebutuhan).
Penanaman
Jenis kegiatan yang dilakukan berupa :
Pembuatan dan pemasangan ajir tanam
Ajir dapa dibuat dari bahan bambu atau kayu dengan ukuran, panjang 0,5 – 1 m, lebar 1 – 1,5 cm. Pemasangangan ajir dimaksudkan untuk memberikan tanda dimana bibit harus ditanam, dengan demikian pemasangan ajir tersebut harus sesuai dengan jarak tanam yang digunakan
Pembuatan lobang tanam, lobang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada ajir yang sudah terpasang.
Pengangkutan bibit, ada dua macam pengangkutan bibit yaitu pengankuatan bibit dari lokasi persemaian ketempat penampungan bibit sementara di lapangan (lokasi penanaman), dan pengangkutan bibit dari tempat penampungan sementara ke tempat penanaman.
Penanaman bibit, pelaksanaan kegiatan penanaman harus dilakukan secara hati – hati agar bibit tidak rusak dan penempatan bibit pada lobang tanam harus tepat ditengah-tengah serta akar bibit tidak terlipat, hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit selanjutnya.
Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan berupa kegiatan
Penyulaman, yaitu penggantian tanaman yang mati atau sakit dengan tanaman yang baik, penyulaman pertama dilakukan sekitar 2-4 minggu setelah tanam, penyulaman kedua dilakukan pada waktu pemeliharaan tahun pertama (sebelum tanaman berumur 1 tahun). Agar pertumbuhan bibit sulaman tidak tertinggal dengan tanaman lain, maka dipilih bibit yang baik disertai pemeliharaan yang intensif.
Penyiangan,
Pada dasarnya kegiatan penyiangan dilakukan untuk membebaskan tanaman pokok dari tanaman penggagu dengancara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. Disamping itu tindakan penyiangan juga dimaksudkan untuk mencegah datangnya st="on"hama dan penyakit yang biasanya menjadikan rumput atau gulma lain sebagai tempat persembunyiannya, sekaligus untuk memutus daur hidupnya.
Penyiangan dilakukan pada tahun-tahun permulaan sejak penanaman agar pertumbuhan tanaman sengon tidak kerdil atau terhambat, selanjutnya pada awal maupun akhir musim penghujan, karena pada waktu itu banyak gulma yang tumbuh.
Pendangiran,
Pendangiran yaitu usaha mengemburkan tanah disekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanman.
Pemangkasan,
Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna (tergantung dari tujuan penanaman).
Penjarangan
Penjarangan dillakukan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih leluasa bagi tanaman sengon yang tinggal. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 2 dan 4 tahun, Penjarangan pertama dilakukan sebesar 25 %, maka banyaknya pohon yang ditebang 332 pohon per hektar, sehingga tanaman yang tersisa sebanyak 1000 batang setiap hektarnya dan penjarangan kedua sebesar 40 % dari pohon yang ada ( 400 pohon/ha ) dan sisanya 600 pohon dalam setiap hektarnya merupakan tegakan sisa yang akan ditebang pada akhir daur.
Cara penjarangan dilakukan dengan menebang pohon-pohon sengon menurut sistem "untu walang" (gigi belakang) yaitu : dengan menebang selang satu pohon pada tiap barisan dan lajur penanaman.
Sesuai dengan daur tebang tanaman sengon yang direncanakan yaitu selama 5 tahun maka pemeliharaan pun dilakukan selama st="on"lima tahun. Jenis kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tanaman. Pemeliharaan tahun I sampai dengan tahun ke III kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan dapat berupa kegiatan penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupukan dan pemangkasan cabang. Pemeliharaan lanjutan berupa kegiatan penjarangan dengan maksud untuk memberikan ruang tumbuh kepada tanaman yang akan dipertahankan, presentasi dan prekuensi penjarangan disesuaikan dengan aturan standar teknis kehutanan yang ada.

1/06/2010

KANGEEN



Para Penyairdan pembaca puisi serta panitia GELAR BUDAYA NutupTaun 2009 Mapag 2010 di Taman Gentong Tegal pada Minggu (27/12/09): Ehmcoba teliti baek-baek ada aku di sana....

4/06/2009

Hari Tenang

jantung kota deg degan
nadi desa berdenyut menegang
hati politisi menjadi singa hutan
aum diburu
kuli aumu memburu
di balik semak beradu
di padang senyum
saling merayu
pesona bulu-bulu
mengelitik sisi sensitifitas
taring meruncing
mengigit detik-detik genting
di dalam bilik metalik
aku bertanya: Siapa yang paling galak
sang Singa atau secontreng Penaku)
Tegal 6-4-09

Anjari Umarjianto pada 12:07 06 April
aku tetap akan coblos bukan contreng. coblos semuanya!!

Heny Indriani pada 12:13 06 April
singa-singa itu ada di sekitarku
tapi yang paling galak adalah..

nasib,takdir
... Baca Selengkapnya
terimalah takdir itu
inilah yang terbaik bagi kita

Hamidin Krazan pada 12:19 06 April
terkamlah hati si RAJA PENA.. dengan cinta, maka ia RINDU mencontreng cinta yang kau berikan

Denbayan Kasurupan pada 12:24 06 April
mari kita mencari kambing hitam
karena sebentar lagi lebaran

Joshua Igho Bg pada 13:37 06 April
aku teap pada pendirian semula: mencontreng bibir kekasihku yang sedang merekah, dengan bibirku yg bergairah.....

Jamila Parwin pada 13:51 06 April
Dengan berat hati aku akan mencoblosmu....eh mencontrengmu.. !!! eh salah juga yah..???

Edy Sampurno pada 14:29 06 April
pesenku siji: aja milih caleg kentir....

Hamidin Krazan pada 20:37 06 April
@Anjari: Nyoblos itu ada unsur kekerasan, tapi nyontreng ada unsur grafisnya jadi agak nyeni gitu looch..
@Heny: nasib belum menjadi bubur
@Akang den: caleg yg menang perlu syukuran 2 kambing
@JIB: kok dicontreng... distempel dong.. biar ada asyiknya dikit
@Teh Mila:di bilik TPS jangan deg-degan ya... salting deh...... Baca Selengkapnya
@Mas edy:Langka sing kethir, kecuali sing ora dadi tapi duite enthong akeh... banyumase methuu ya kang

EYINATION : STADIUM 9 - SHADOW (iringi aku)

4/02/2009

Sajak-sajak Hamidin Krazan

Sajak-sajak Hamidin Krazan
I
Jadilah badai lembut dalam akuarium. Agar ikan-ikan tak hanyut dalam hempasan wangi parfum. Belai kewanitaanmu. Penuh asih. Penuh asa. Bagi gelombang tekad. Hempaskan penghalang. Bak kaca bening tak terawang. Indra keenam sekalipun. Sebab hidup memang harus menerjang. Berenang di laut tanpa air. Di darat yang banjir.
II
Kota ini semakin misteri. Sunyi lari semakin sembunyi. Dalam hangar kian lebur. Menari-nari tak satu sudut tersisa tanpa debur. Ombak menindih kian merasuki keguahirauanku. Sujud dan khalwatku bersajadah ombak. Di hamparan laut dansa. Di atas samudera pesta. Di pojok hati sunyi tak tersisa. Mencari dan terus mencari. Kenyataan hamba raih misteri.
III
Sunyi di negeri kelam. Negeri yang kian misteri. Sunyi lari sembunyi. Di dasar hingar kian menggelegar. Bagai alas tua diterjang lahar. Tak satu sudut tersisa. Tuangkan setetes. Airmata jadi telaga doa. Tak satu sudut tersisa. Luluhkan debur ombak darah. Mengikis dinding khawas. Gemuruh ekosistem kian merusaki lembah sunyi.
IV
Sujud khalwatku bersajadah ombak. Di hamparan laut dansa. Di tengah belantara pesta. Mencari tak kunjung temui. Sunyi kian misteri. Di negeri kelam ini.

Panorama laut
Laut masih luas. Perahu nelayan berdesak. Berlayar arungi gelombang. Nafas mereka terengah di tengah. Terjaring kakap-kakap lahap. Setelah pantai habis. Dikunyah-kunyah sampai ke pangkal perkampungan. Para nelayan terus berlayar arungi keringat sendiri. Menepi berart mati. Para nelayan terus berlayar arungi keringat sendiri. Meski tak kunjung setetes manis menetes. Tuk bekal arungi derita. Kian laut tak bertepi saja.

Tragedi Setiap Detik
Setiap senja wangi nafasmu bertiup. Meluluhkan malam menjadi semakin kelam. Seribu harapan terpanggang di setiap gang penuh bunga api. Gairah fajar menjadi layu. Paginya mentari tak mekar. Di setiap tatapan. Bangkit dari mimpi. Terjaga tiada henti. Setiap detik. Detak jantungmu diperkosa. Angka-angka kian melangkah menggagahi keperkasaan. Entah kapan keberanian hidup diwariskan kepada setiap jiwa di negeri ini.

Panorama Laut
Begitu luas luasnya laut. Masih saja merompak air mata. Membiarkan mendung tangisi malam. Saat matahari tenggelam dalam jurang siang. Gulita terus menggelinding. Duka mengguyur tak kunjung reda.

Seketsa Nelayan
Bagai purnama di musim hujan. Para nelayan menjaring cahaya. Tak kunjung berkecipak di mulut-mulut asa. Hingga terkuras pelayaran panjang. Menjelang tengah hari anak-anak menyambut. Istri menjumput di tepi laut. Senyum merekah. Peluh punah.
Saat hari di telan kabut. Lahap tiada henti. Anak-anak dan istri terkubur menanti.


Kota Misteri
Kota ini semakin misteri. Sunyi lari sembunyi. Dalam hingar kian lebur. Menari-nari tak satu sudut tersisa tanpa debur. Ombak menindih. Merasuki keguahirauanku. Sujud dan khalwatku bersajadah ombak. Di hamparan laut dansa. Di atas samudera pesta. Di pojok hati sunyi tak tersisa. Mencari dan terus mencari. Kenyataan hamba raih misteri.

Dhimas Riyanto Mengritik Secara Santun

Dengan daya estetika yang kita miliki, sehingga betapapun kondisi tata kehidupan sangat amburadul, tetap diupayakan dalam bentuk syair lagu dengan kemasan santun.

LEBIH dari 200 judul lagu telah ditulis. Seratus di antaranya masuk dalam daftar karya cipta. Tema syair lagu seputar percintaan, potret jaman dan kritik sosial. Yakni pencitraan tentang potret perikehidupan masyarakat Kota Tegal antara jaman dahulu dengan kondisi terkini. Dimana di dalamnya banyak terjadi erosi moral dan semakin musnahnya budaya lokal. Hal itu tercetus dalam obrolah NP dengan pencipta lagu Tegalan, Dhimas Riyanto pada Kamis, (14/8/08) di lokasi shooting video clip album Pantura Tembang Tegalan IV di Tegal.

“Meski diwarnai kritik sosial tapi syair lagu yang saya tulis tidak vulgar dan sarkasme, sehingga siapapun yang jadi sasaran kritik dirinya tidak tertohok,” kata Dhimas. Selain itu, lanjutnya, cara penyampaian kritik dengan cara santun sebagai bukti bahwa bahasa Tegalan itu tidak kasar sebagaimana anggapan orang banyak.

Bagi pengurus PAPPRI Jawa Tengah ini, syair lagu yang ditulisanya selalu dilakukan dengan penuh kesadaran yang disertai rasa tanggung jawab moral. Segala yang terjadi di masyarakat itulah yang tertuang dalam untaian syair. Tentu saja bagaimana agar sesuai kriteria ideal. Yakni syair yang padat, lugas tapi maknanya dapat dicerna pendengar di segala lapisan. “Dengan bekal daya estetika yang kita miliki, sehingga betapapun kondisi tata kehidupan sangat amburadul, tetap diupayakan dibuat dalam bentuk syair lagu dengan kemasan santun,” prinsipnya.

Hal yang tidak kalah penting, kata Dhimas, kepedulian terhadap budaya lokal tidak hanya diupayakan melalui bidang kesenian saja. Melainkan bisa juga melalui berbagai tata kehidupan. Sebagai pencipta lagu, tentu melalui syair yang ditulisnya. Dimana didalamnya diberikan empati dan simpati terhadap eksistensi budaya lokal. Seperti fenomena semakin lenyapnya berbagai bentuk jajanan pasar dan makanan tradisional, lalu tercetuslah ide lagu ‘Jajanan Pasar’. Diharapkan dengan dicantumkannya aneka nama jajanan pasar yang sudah langka di sekitar masyarakat di dalam lagu itu akan memberi rasa bangga bagi para penjual makanan tersebut. Tak kalah pentingnya, upaya itu sebagai tanggung jawab moral terhadap generasi penerus. Karena semua itu akibat adanya transformasi budaya yang tidak sepadan. Seperti fenomena remaja yang lebih bangga dengan jalan-jalan mejeng di mall dibanding menenteng bakul menuai padi di sawah.

“Sebagai seniman kita punya tanggung jawab kepada generasi muda untuk memberi tahu budaya yang luhur, syukur mau meneruskannya. Seperti meraka harus mengenal bahasa ibu,” ujar Dhimas.

Beberata lagunya yang pernah hit dari tahun ke tahun seperti ‘Inyong Cinta Padamu’ (1991), Ana Cerita Ana Kanda (1995), Sendehan Lawang (2004) dan lainnya. Kini beberapa lagu yang sedang dibuat video clipnya, Jare Sapa, Los Pan Pora, Jajan Pasar, Critane Kanca dan lainnya. “Dalam setiap lagu yang saya tulis, di salah satu baris syairnya selalu disertakan doa ataupun harapan,” pungkasnya nKZ

3/31/2009

Antara Goyang di Monggomas dan Panggung Hajatan


"Jujur saja saat tampil di panggung aku lebih suka tampil seseksi mungkin. Karena perhatian penonton yang antusias itu menambah gairah seni tersendiri,"

ANTARA berprofesi sebagai penyanyi dangdut di tempat hiburan di Jakarta dengan menjadi penyanyi keliling di panggung hajatan, bagi pedangdut asal Majenang, Cilacap, Endah Ruslita Dewi, dijalani secara putus nyambung.
Hal itu diakui Endah, saat ditemui di ruang transit Wisma Flamboyan Kawasan Wisata Agro Kaligua Brebes, sebelum tampil dengan iringan OM Arjuna Salem, Brebes pimpinan Mas Bayo, Sabtu lalu.
"Selama ini kerja sama dengan OM Arjuna, sifatnya putus nyambung. Kalau di kampung lagi sepi job, biasanya aku ke Jakarta. Sekarang menjelang musim hajatan, aku ambil job nyanyi di kampung," kata Endah.
Dijelaskan, meski kedua-duanya sama-sama buat mendapatkan rejeki, namun masing-masing lahan memiliki keunikan dan kepuasan yang berbeda. Kerja di dunia seni, bagi pedangdut berkulit kuning langsat ini mengaku tidak mau kerja dibawah tekanan atau atruran yang njelimet.
"Jujur saja saat tampil di panggung aku lebih suka tampil seseksi mungkin. Karena perhatian penonton yang antusias itu menambah gairah seni tersendiri," akunya saat dikonfirmasi lagi melalui telpon.
Dituturkan, dirinya menjadi salah seorang penyanyi di Mega Dangdut Mega Matra Hotel di Jakarta Timur. Sebelumnya, Endah juga menjadi penyanyi dangdut di Live Music pusat hiburan Monggomas di Mangga Besar Jakarta Barat.
Jangan heran ketika melihat penampilan Endah di atas panggung boleh dibilang berani dan mampu menyedot perhatian penonton.
"Aku tak munafik setiap tampil di hadapan penonton dewasa aku lebih enjoy dibanding tampil di acara hajatan," akunya polos.
Saat tampil di panggung hajatan, lanjutnya, aku pastikan berpenampilan sopan. "Meski secara jujur kadang merasa kurang bebas," kelakarnya sambil tertawa berderai. "Pokoknya suka tampil lain dari yang lainlah," pungkasnya.

3/30/2009

Goyangan Ati Menyedot Penonton


KEHADIRAN artis dangdut Ati dan sejumlah rekannya bersama OM Arjuna di panggung Hiburan Rakyat pada Festival Musik Kaligua, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (14/3) memang baru pertama kali. Namun, sebelumnya artis asal Salem, Brebes ini pernah juga tampil di komplek wisata kebun teh itu.

Acara diawali dengan tampilnya sebuah grup band asal Bumiayu yang menyajikan sejumlah lagu popular, namun penampilannya lebih disembut oleh penonton yang notabene para pelajar SLTA dengan riang sambil jingkrak-jingkak sesuai hentakan drum. Sedangkan para pengunjung pasar kaget alias Pasar Bayaran yang digelar setiap para karyawan kebun teh menerima upah mingguan, lebih tertarik untuk berbelanja barang kebutuhan. Lain ceritanya ketika grup dangdut muncul di panggung. Setelah membawakan tiga musik tanpa syair, disusul hadirnya empat artis cantik yang tampil secara bergiliran, barulah suasana lebih kental dan merakyat. Pengunjung tiba-tiba seperti sekerumunan laron yang tersedot pusaran angina hingga menumpuk di depan panggung. Para petugas keamanan dari Polsek Paguyangan pun sigap berjaga-jaga. Tak terkecuali ketika Ati tampil dengan dandanan seksi bertopi hitam. Dua lagu dia dendangkan sambil memberikan sedikit sensai gesture tubuhnya ditingkang alunan kendang. Pingggulpun meliuk bagai belut dalam genggaman. Udara pegunungan yang dingin terasa mencair berubah hangat bagi para penjoget. “Aku membawakan dua lagu masing-masing berjudul Bunga dan Teman Malam Minggu,” kata Ati, sebelum tampil.

Menurutnya, selain tampil di daerah Brebes, Ati juga sering keliling Tegal, Kabupaten Tegal dan sekitarnya. Bahkan salah satu lagu yang dia nyanyikan masuk dalam salah satu album kompilasi indie label dengan iringan Riza Musik. “Rekamannya dua tahun silam,” tutur penyanyi otodidak yang gemar nyanyi sejak masih duduk di SD… ayo digoyang Maas… (gaya Ati di panggung, prestisious bangeeet)

PUISI PERHELATAN BAYANG DAN KENYATAAN

 LAHIR DAN MELATA  Hamidin Krazan Di Kaki Bromo  Lahir telanjang Jika itu kau jabang bayi lelaki Seharusnya kau tetap bugil teronggok di ata...